Unhas Kukuhkan 4 Guru Besar, 3 di Antaranya Istri Profesor

“Beberapa kelainan pada rongga mulut yang berhubungan dengan penyakit sistemik adalah sariawan (disebabkan kurang gizi dan hormon), infeksi jamur, gigi retak/patah ditemukan pada penderita epilepsi, pembesaran gusi disertai perdarahan; biasanya terjadi pada penderita leukimia, gusi pucat (terjadi karena penyumbatan aliran darah), radang gusi yang disertai pembusukan; biasanya ditemukan pada penderita AIDS, dan kerusakan gusi dan tulang pendukung gigi serta gigi berlubang,” alumnus FKG Unhas (1994), Magister Kesehatan Unair (1994), Doktor Unhas (2004), dan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (Ilmu Kedokteran Gigi Anak Unhas (2023) menyimpulkan materi orasinya.

Ibu satu anak ini pertama diangkat sebagai dosen Unhas pada tahun 1989, setahun setelah meraih gelar Dokter Gigi di Unhas (1988). Di sela-sela kesibukan akademiknya, Prof. Marhamah pernah aktif sebagai Ketua Korps HMI-wati (Kohati) FKG Unhas (1983-1984), Ketua PERHATI MD Makassar, Pengurus KAHMI MD Makassar (2022-2027), Pengurus KAHMI Rayon Unhas, Pengurus DPD dan DPP Kerukunan Keluarga Soppeng, Pengturus Kerukunan Keluarga Bone, Pengurus BKMI Wilayah Sulsel, Pengurus Persatuan Dokter Gigi Cabang Makassar dan Wilayah Sulselra, dan Ketua IKA Unair wilayah Sulsel (2025-2030).

BACA JUGA:  Kadisdik Sulsel Kagumi Karya Siswa di Athirah Bukit Baruga Education Expo

Setelah para guru besar menyampaikan orasi ilmiah, memberikan sambutan Rektor Unhas Prof.Dr.Ir.Jamaluddin Jompa, M.Sc., dan sambutan penerima anggota profesor baru dibawakan Ketua Dewan Profesor Prof.Dr. Andi Pangeran Moenta, DFM, dilanjutkan dengan penandatangan berita acara pengukuhan dan penerimaan jabatan guru besar. (mda).