Unhas Kukuhkan 4 Guru Besar, 3 di Antaranya Istri Profesor

Lulusan S-1 Fisika ITB Bandung (1990) ini menyebutkan, pentingnya ‘Geographic Information System’ (GIS) bukan hanya alat pemetaan, melainkan juga instrumen untuk menegakkan keadilan. Melalui model spasial kita bisa memahami cerita di balik angka, melihat pola tersembunyi, dan membuat keputusan yang lebih bijak dan inklusif.

“Di tengah lanskap pembangunan yang semakin kompleks dan multidimensi, peran ilmuwan tidak cukup berdiam di ruang riset dan berkutat dengan lembar jurnal akademik, tetapi perlu hadir di ruang strategis kebijakan untuk menyampaikan gagasan melalui representasi visual yang kuat, membangun keyakinan melalui prediksi ilmiah, dan mengarahkan keputusan berbasis analitik spasial yang akurat dan kontekstaul,” suami Hj.Halim, ayah lima anak, dan alumnus Magister Penginderaan Jauh UGM (1999) dan Doktor Ilmu Pertanian Unhas (2016) menambahkan.

 

Maniawati Zainuddin

 

Perempuan kelahiran Makassar 13 Februari 1970 ini dalam orasinya mengatakan, padi lokal bukan sekadar objek penelitian, melainkan juga poros keilmuan yang memungkinkan bioteknologi tumbuhan dikembangkan secara kontekstual, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan kebutuhan pangan global. Ke depan penelitian plasma nuftah padi lokal akan diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai keragaman genetik, karakter fisiologis, dan sifat adaptif padi lokal terhadap lingkungan tropis, juga pemahaman lebih mendalam terhadap interaksi biologis yang menopang padi lokal, mikro-organisme dan lingkungan tumbuhnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT Unhas Manfaatkan Tanaman Sereh sebagai Spray Anti Nyamuk Alami di Desa Mattirotasi Sidrap

“Riset ke depan akan menempatkan padi lokal sebagai pusat sistem yang menghubungkan kualitas pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar ibu dua anak putri pasangan Prof.dr.H.A.Zainuddin Maskur, Sp.KK.(alm.) dan almarhumah Hj. A.Nurbaya Yahya tersebut.

Alumnus MIPA Unhas (1995), Magister IPB (2000), dan Doktor Ilmu Pertanian Unhas (2009) ini berharap pengembangan bioteknologi tumbuhan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi ketahahan pangan, tanpa kehilangan kedalaman ilmiah dan kepekaan terhadap konteks lokal.

“Tanggung jawab akademisi, terutama pada jenjang guru besar bukan hanya menghasilkan pengetahuan baru, melainkan menjaga agar pengetahuan tersebut berkembang dengan arah yang tepat. Dengan kesadaran tersebut, maka tugas seorang guru besar adalah menjaga agar perdebatan keilmuan terus berjalan dengan jujur, relevan, dan berpihak pada kehidupan,”Pengurus Tim Penggerak PKK Kota Makassar (2020-2024) tersebut mengajak.

 

Nurhayaty Natsir

 

Dalam praktik kedokteran gigi modern, kata perempuan cantik ini, estetika terkait erat dengan kesehatan dan kualitas hidup karena memengaruhi kepercayaan diri, interaksi sosial, dan kesejahteraan psikologis.