NusantaraInsight, Makassar – Lima mahasiswa Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menyelesaikan magang mereka di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX dengan “segenggam pengalaman” berharga.
Kegiatan penarikan yang digelar Kamis (23/4/2026) di kantor balai tersebut menjadi penutup manis dari petualangan lapangan mereka dalam dunia pelestarian budaya.
Peserta magang yang terlibat aktif selama periode praktik ini adalah Suhani, Aliyah Miranti Rahma, Arlinda Febrianti, Andi Tenri Abeng, dan Nabila NR.
Mereka menjalani program ini sebagai bagian dari kurikulum akademik Unhas untuk menjembatani teori kuliah dengan praktik nyata, termasuk dokumentasi artefak budaya, pengkajian tradisi lokal, hingga pendampingan program kebudayaan.
Acara berlangsung hangat dengan kehadiran jajaran Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, seperti Kepala Subbagian Iswadi, S.S., M.A., serta Arisal, S.Pd., Emmy Syahriani, S.Si., Muhammad Akram Arsyad, S.S., dan Abdullah, S.S., M.Hum. Mewakili Unhas, hadir Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., Sekretaris Departemen Sastra Daerah FIB.
Dalam sambutannya, Iswadi menekankan nilai pengalaman ini.
“Semoga magang menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menjaga dan mengembangkan budaya lokal. Sinergi antara perguruan tinggi dan institusi kebudayaan sangat penting,” ujarnya.
Dr. Sumarlin Rengko HR menimpali dengan harapan kolaborasi yang lebih erat. “Kami berharap kerjasama dengan balai ini terus ditingkatkan melalui program akademik dan kebudayaan lainnya,” katanya.
Koordinator magang Andi Tenri Abeng berbagi cerita pribadi. “Pengalaman ini membentuk kedewasaan berpikir dan sikap kerja kami. Kami bersyukur atas kesempatan ini dan siap berkontribusi lebih luas di bidang kebudayaan,” ungkapnya antusias.
Penarikan ini bukan sekadar penutup, melainkan momentum refleksi atas kolaborasi akademik-institusi yang krusial untuk melestarikan warisan budaya di era modern.













