Oleh: Rury
Sahabatku Boer
Di antara lembar-lembar hukum yang kaku
Kulihat eksistensi dirimu
Bukan sekadar pembaca pasal yang berlaku
Tetapi penjaga nurani yang tak pernah beku
Derap langkahmu tidak hanya ditunggu di ruang sidang
Tetapi juga di setapak-setapak sunyi
Tempat keadilan sering kehilangan isi
Di tanganmulah hukum hidup bukan sebatas kata yang mengatur
Ia bernapas dalam keberanian
Ia berdiri dalam kebenaran
Ia terjaga dengan nilai yang tak pernah luntur
Sahabatku Boer
Dermawanmu bukan cuma materi
Tetapi waktu, tenaga, juga hati kau persembahkan dalam diam
Untuk mereka yang nyaris kehilangan harapan
Sahabatku Boer
Sekalipun semilir cercaan dingin sempat menghempas nyala asamu
Lihatlah, kiranamu masih menyinari sekitar
Membuatku percaya, tekadmu tak mudah redup
Sahabatku Boer
Meskipun cahaya tak sepenuhnya terang
Dan gelap enggan benar-benar hilang
Tetaplah melangkah sebagaimana jejak yang ingin kau torehkan
Jika kelak sejarah menelusur jejak tapakmu
Maka akan ditemukan satu hal yang tak tergantikan:
Bahwa di antara temaram itu ada seorang penjaga nur
Ia tegap berjalan perlahan namun pasti
Di atas garis kebenaran yang enggan berpaling.
30 Maret 2026
*) Rury adalah sapaan akrab dari Prof. Dr. Andi Suriyaman Mustari Pide, SH, M.Hum. Pakar hukum adat ini, merupakan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas). Ia merupakan Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP) Universitas Ekasakti (Unes). Selain sebagai akademisi, ia juga merupakan penulis buku, dan penggiat seni budaya.












