Badaru tragis. Dia diperdaya nafsu kekuasaan. Dia korban puja-puji oleh orang-orang di sekelilingnya yang menikmati “kebodohannya.” Badaru lupa: bukan hanya kekuasaan akan berakhir, tapi juga kehidupan dunia ini. Ya, demi kursi. *****
—————————-
Cerita ini hasil revisi: sebelumnya pernah dimuat di sebuah media.

br
br






br





