FIKSI MINI (13): Ustaz Pengarang Cerita

“Apa yang terjadi, Ustaz?”

“Para petinggi Thaif menolak kehadiran Rasulullah. Rasulullah dilempar batu untuk meninggalkan kota ini. Rasulullah berdarah-darah. Dia bersabar menghadapi kenyataan itu. Dia tidak membalas pengusirannya yang kasar itu. Dia melawannya dengan berdoa kepada Allah Ta’ala. Doanya terbukti: bertahun-tahun kemudian, penduduk kota ini beramai-ramai meninggalkan keyakinannya, lalu memeluk Agama Islam.”

“Tapi, Ustaz, mengapa gadis-gadis cantik di kota ini kurang diminati lelaki dari kota-kota lainnya di Tanah Arab?”

“Bukan tidak diminati. Tapi para orang tua lelaki itu selektif memilih gadis di kota ini. Mereka khawatir gadis pilihannya itu berasal dari leluhur yang dulu membenci dan melempar batu Rasululullah hingga tubuhnya berdarah-darah.”

Saya menatap jajaran vila milik orang-orang Arab berduit. “Ah, apa betul cerita ustaz ini.”

Menjelang sore kami meninggalkan Kota Thaif sembari membayangkan kecantikan gadis-gadisnya. Dalam hati saya: mungkin ustaz ini hanya mengarang cerita. *****

 

—————-

Catatan: Cerita ini hasil revisi. Sebelumnya pernah dimuat di media.

BACA JUGA:  FIKSI MINI (11): Preman dan Majikan Seorang Tionghoa