Wikimedia Makassar Gelar WikiLatih, Perkaya Konten Bahasa Bugis di Wikikamus

Makassar, NusantaraInsight – Upaya mendokumentasikan dan memperkaya pengetahuan lokal melalui ruang digital terus dilakukan oleh Komunitas Wikimedia Makassar. Salah satunya diwujudkan melalui program WikiLatih, sebuah kegiatan pelatihan yang kali ini berfokus pada keterampilan penyuntingan di inkubator Wikikamus, khususnya untuk pengembangan entri dalam Bahasa Bugis. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu 22 Agustus 2026 dan menjadi ruang belajar bersama sekaligus bagian dari ikhtiar memperluas kehadiran bahasa lokal dalam ekosistem pengetahuan digital.

WikiLatih ini diikuti oleh 13 pengguna dan berlangsung di Ruang Kuliah Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar. Meskipun berlangsung dalam suasana pelatihan yang relatif sederhana, kegiatan tersebut menghasilkan capaian yang cukup berarti. Sebanyak 179 entri baru berhasil ditambahkan ke Wikikamus, menunjukkan bahwa bahasa Bugis memiliki kekayaan kosakata dan pengetahuan lokal yang dapat terus dikembangkan serta diwariskan melalui platform digital.

Hadir sebagai narasumber, Nurul Rifkah Fahira, fasilitator Wikimedia Makassar, yang secara langsung membimbing peserta memahami mekanisme penyuntingan dan penginputan entri pada Wikikamus. Dalam sesi pelatihan, Rifkah menjelaskan prosedur penginputan entri, mulai dari tahapan memasukkan data hingga memperhatikan ketepatan informasi yang ditampilkan. Ia juga melakukan pengecekan terhadap berbagai kesalahan yang ditemukan selama proses penginputan sehingga peserta tidak hanya menghasilkan entri baru, tetapi sekaligus belajar menjaga kualitas konten yang mereka kontribusikan.

BACA JUGA:  IMIKI Makassar, Bersihkan Sampah Plastik di Pulau Gusung

Proses pembelajaran tersebut didukung oleh empat fasilitator yang memiliki latar belakang berbeda. Mereka adalah Fina Ruzika, dosen Program Studi Akuntansi; Redwan Kurniawan, S.Pd. dan Alifka, S.Pd., keduanya guru pada SMK Negeri 1 Gowa; serta Samsinar, S.Pd., M.Pd., guru Bahasa Jerman pada SMK Negeri 10 Makassar. Kehadiran para fasilitator memperkaya proses belajar karena peserta mendapatkan pendampingan langsung ketika mencoba melakukan penyuntingan dan membuat entri di Wikikamus.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kata Rifqah kegiatan ini memperlihatkan bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian bahasa daerah. Bahasa Bugis sebagai salah satu bahasa lokal yang memiliki sejarah, kosakata, dan kekayaan budaya yang panjang membutuhkan ruang dokumentasi yang dapat diakses oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang. Kehadiran entri-entri Bahasa Bugis di Wikikamus menjadi salah satu bentuk dokumentasi terbuka yang memungkinkan pengetahuan kebahasaan tersebut terus berkembang di ruang digital.

Antusiasme peserta juga terlihat dari keterlibatan mereka selama proses pelatihan. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan narasumber, tetapi juga secara langsung mencoba membuat dan menyunting entri. Proses tersebut menjadikan WikiLatih sebagai ruang praktik yang mempertemukan pengetahuan kebahasaan, keterampilan digital, dan semangat berbagi pengetahuan secara terbuka.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT Unhas Edukasi QRIS Secara Door to Door di Pangkajene 

Salah seorang peserta, Nasri A. Muhammad Abduh, mengungkapkan kegembiraannya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, WikiLatih memberikan pengalaman yang tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mempertemukannya dengan orang-orang baru yang memiliki semangat yang sama dalam mengembangkan pengetahuan lokal.

“Senang mengikuti pelatihan ini. Selain mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru, saya juga mendapatkan teman-teman baru yang cerdas dan bersemangat dalam dunia pengetahuan lokal,” ungkap Nasri.