Wikimedia Makassar Gelar WikiLatih, Perkaya Konten Bahasa Bugis di Wikikamus

Antusiasme peserta juga terlihat dari keterlibatan mereka selama proses pelatihan. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan narasumber, tetapi juga secara langsung mencoba membuat dan menyunting entri. Proses tersebut menjadikan WikiLatih sebagai ruang praktik yang mempertemukan pengetahuan kebahasaan, keterampilan digital, dan semangat berbagi pengetahuan secara terbuka.

Salah seorang peserta, Nasri A. Muhammad Abduh, mengungkapkan kegembiraannya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, WikiLatih memberikan pengalaman yang tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mempertemukannya dengan orang-orang baru yang memiliki semangat yang sama dalam mengembangkan pengetahuan lokal.

“Senang mengikuti pelatihan ini. Selain mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru, saya juga mendapatkan teman-teman baru yang cerdas dan bersemangat dalam dunia pengetahuan lokal,” ungkap Nasri.

Capaian 179 entri baru menjadi bukti bahwa kontribusi kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat menghasilkan dampak yang berarti. Setiap entri yang ditambahkan bukan sekadar kumpulan kata, tetapi merupakan bagian dari upaya mendokumentasikan kekayaan bahasa dan pengetahuan masyarakat Bugis ke dalam ruang digital yang lebih luas.

BACA JUGA:  Prof.Dr. Tadjuddin Maknun, SU Purnabakti: Lagi Meneliti Masuk Rumah Sakit dengan 8 Jahitan

Melalui WikiLatih, Wikimedia Makassar memperlihatkan bahwa pelestarian bahasa daerah dapat berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi dan budaya berbagi pengetahuan. Kegiatan semacam ini diharapkan terus berlanjut dan melibatkan semakin banyak pengguna, khususnya generasi muda, sehingga Bahasa Bugis tidak hanya tetap hidup dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga memiliki tempat yang kuat dalam ekosistem pengetahuan digital terbuka.