Setelah menerima wahyu, Rasulullah SAW bersabda, ‘’Suruhlah dia membebaskan seorang budak.’’ Khaulah berkata, ‘’Demi Allah, wahai Rasulullah, dia tidak mempunyai biaya untuk membebaskan budak.’’ Nabi SAW bersabda,’’ ‘’Suruhlah dia berpuasa dua bulan berturut-turut.’’
Khaulah berkata lagi, ‘’Demi Allah, sesungguhnya dia seorang tua renta yang tidak berdaya.’’ Nabi SAW bersabda, ’’Suruhlah dia memberi makan 60 orang miskin dengan kurma.’’ Dia berkata lagi, ‘’Wahai, Rasulullah, dia tidak mempunyai makanan sebanyak itu.’’
Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘’Kami akan membantumu dengan serangkai kurma.’’ Dengan penuh gembira Khaulah berkata, ‘’Wahai Rasulullah, aku akan membantunya dengan serangkai kurma lagi.’’
Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘’Engkau berbuat benar dan baik. Pergilah dan sedekahkan kurma itu baginya, kemudian perlakukan putera pamanmu dengan baik. Maka aku pun melakukannya.’’
Kisah hidup Khaulah mengandung pelajaran tentang kerukunan hidup suami istri dan keikutsertaan dalam memperbaiki perpecahan dan pemeliharaan hubungan kerabat serta ketuaan usia antara suami istri. Doanya yang tulus disertai dengan keimanan yang kokoh telah mampu menembus langit ketujuh dan langsung didengar Sang Khalik. (Republika online)












