Tonggo-Tonggo Siboru Deakparujar
Palulah gendang dari Empu kita, Tuan Kumarakumari, Si Kumara perempuan, per-aji tambah tua, per-aji ramu-aramuan; suami dari Empu Kita Sibaso Nabolon, yang bergantung pada tali siubar, yang hinggap di mombang boru.
Dari tanah lembah, tanah kelabu sejati, dari tanah bakil Mandailing, tanah yang termasyhur, bagaikan suara yang merdu, perpisahan daripada tanah, pertemuan daripada air: ‘Dari situlah tangga jalan ke atas, perturunan daripada Empu Kita: Debata Nan Tiga, Nan Tiga Segi, Nan Empat Kerajaan, ke benua tengah ini’.
“Di situlah bertamasya Empu kita Siboru Deakparujar, yang banyak cerdik, yang banyak akal,” pungkasnya.
Mitologi dan Ritus Batak
Horja Bius yang dipimpin oleh Mogan Pasaribu (Pendiri sekaligus Owner group musik Horja Bius-red) adalah merupakan group.world music yang konsisten mengangkat mitologi dan ritus masyarakat batak.
Group musik Horja Bius yang mempergunakan alat.musik seperti Taganing (Kendang), Hasapi (Kecapi), Sulim (Suling), dan Sarunai Garantung (Kulintang) selalu mengangkat lagu-lagu Folktor dan Mantra-Mantra Batak.
Horja Bius sebelumnya pernah tampil di Rotterdam, Denhaag, dan Amsterdam di Belanda.
Khusus untuk tampil di Section 8, Melbourne Australia karena dikenal suasana komunitasnya yang kuat dan sering menjadi tempat berbagai kegiatan seni dan musik.(***)
Kontributor : Lasman Simanjuntak













