Mengawali acara bedah buku diserahkan buku oleh Fadel Muhammad selaku Ketua Umum Lamahu periode 2026-2031 kepada Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Perpustakaan Unhas Prof.Dr.Munira Hasjim, S.S., M.Hum, perwakilan UNM, UIN, Perpustakaan Sulsel, dan Kota Makassar. Bedah buku itu juga dirangkaikan dengan acara Rapat Kerja Lamahu periode 2026-2031 yang dilaksanakan setelah acara bedah buku. (mda).
Ajoeba Wartabone, Pejuang yang Terlupakan
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

“Coba ingat-ingat lagi cerita nenek, mitos, atau pappasang yang pernah disampaikan. Temui dan ajak ngobrol tokoh-tokoh kunci, antara lain pelaku sejarah, saksi mata, tokoh masyarakat, dan lain-lain. Bisa jadi, pengalaman…

Jiwa Makassar Dg.Mangalle dan pasukannya muncul. Mereka mengamuk. Seribu orang anggota pasukan Siam dan 17 perwira Eropa tewas. Di pihak pasukan Makassar, hampir semuanya tewas, termasuk Laduluk Dg.Mangalle. Sebanyak 55…

Gervaise kemudian menuliskan tentang kepemilikan budak oleh para bangsawan yang juga menunjukkan martabatnya, di mana diungkapkan sebagai niya ata (“dia budak”) untuk menyatakan posisi sosial-ekonomi seseorang. Juga ditegaskan bagaimana aturan…

Ia kemudian memimpin kantor P3M (Pemberantasan Penyakit Menular), lembaga yang bekerja sama dengan UNICEF PBB. Di sanalah ia mengabdikan sisa hidupnya hingga pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil. Dalam kesederhanaannya, tak…

Nama mereka kini menjadi nama jalan di Makassar. Dua ruas yang tak pernah bersinggungan di peta. Tetapi saling terhubung dalam ingatan sejarah lokal. Dua nama itu kini terpatri di jalan-jalan…








