Ajoeba Wartabone Layak Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Sutan Syahrir merupakan tokoh sosialisme demokratis, pendiri Partai Sosialis Indonesia (PSI). Ia pernah tiga kali menjadi Perdana Menteri Indonesia, masing-masing, pada Kabinet Syahrir I (November 1945-Maret 1946), Kabinet Syahrir II (Maret 1946-Oktober 1946), dan Kabinet Syahrir III (Oktober 1946-Juni 1947).

Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad, Ketua Umum LAMAHU, yang juga merupakan politikus, pengusaha, dan akademisi Indonesia, ketika tampil sebagai keynote speaker membahas perlunya membumikan gagasan dan pemikiran Ajoeba Wartabone terkait faham kerakyatan ini. Menurutnya, apa yang jadi kebijakan pemerintahaan Presiden Prabowo Subianto, punya irisan semangat dengan cita-cita pembangunan yang dikemukakan Ajoeba Wartabone semasa hidupnya.

Dari bahasan para pembicara dapat dikatakan bahwa Ajoeba Wartabone layak diajukan sebagai Pahlawan Nasional. Menurut KBBI, kata “layak” berarti wajar; pantas; patut. Kata ini juga diartikan sebagi mulia; terhormat.

Secara semiotik, kata “layak” bermakna sebagai tanda nilai sosial. Kata “layak” ini berfungsi sebagai signifier yang menunjuk pada signified berupa nilai kepahlawanan yang punya legitimasi sosial dan tervalidasi dalam dokumen negara. Artinya, tokoh Ajoeba Wartabone pantas dijadikan ikon pemersatu dan identitas nasional.

BACA JUGA:  Diantar Ratusan Suporter, Shin Tae yong Tinggalkan Indonesia

Sementara secara filosofis kata “layak punya makna sebagai keadilan distributif dan pengakuan. Layak dalam kaitan ini, mesti memenuhi standar etis dan historis untuk dijadikan sebagai teladan moral-politik bangsa. (*)