Makale, NusantaraInsight — Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tana Toraja mengakibatkan kekeringan hampir merata di wilayah tersebut. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja, Cristian Sakkung, menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Kami minta warga menghindari pembakaran lahan. Selain berbahaya, api yang sudah membesar sulit dipadamkan terutama saat sumber air jauh dari lokasi kebakaran,” kata Cristian kepada Nusantara Insight di Kantor BPBD, kemarin.
Menurut Cristian, kondisi El Niño saat ini menyebabkan cuaca sangat panas sehingga potensi kebakaran meningkat. Kejadian kebakaran di Kecamatan Mengkendek kemarin menjadi contoh nyata; kebakaran melanda sekitar 55 hektar di dua lokasi, yakni Lembang Marinding dan Kelurahan Rantekalua.
“Kami bersama tim gabungan, termasuk Manggala Agni, memadamkan api selama delapan hari. Jarak antara sumber air dan lokasi kebakaran sangat jauh sehingga proses pemadaman terkendala,” ujar Cristian.
Faktor lain yang memperparah upaya pemadaman adalah medan sulit dijangkau oleh selang air dan kondisi angin kencang. Cristian menambahkan bahwa titik api yang sempat padam kerap kembali menyala akibat tiupan angin.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran di Kecamatan Mengkendek belum diketahui. Tidak ada laporan atau saksi yang melihat langsung peristiwa awal, namun kemungkinan besar kebakaran bermula dari pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar semak-semak, yang kemudian cepat menyebar karena angin kencang.
Cristian menegaskan BPBD terus meningkatkan patroli dan sosialisasi pencegahan kebakaran, serta mengimbau masyarakat menggunakan metode pembukaan lahan yang aman dan ramah lingkungan.
(Rhd)












