Gerakan ‘Stop Boros Pangan’ Hadir di SMPN 20 Makassar

Makassar, NusantaraInsight — Semangat dan antusiasme luar biasa terpancar dari seluruh warga UPT SPF SMPN 20 Makassar saat menjadi tuan rumah pelaksanaan gerakan inspiratif bertajuk “Stop Boros Pangan Goes to School”.

Program inovatif ini merupakan gagasan dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar, yang diprakarsai langsung oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dan dijalankan melalui Kelompok Kerja (Pokja) III.

Kegiatan ini bertujuan utama menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sekaligus memberikan edukasi sejak dini kepada para pelajar agar tidak membuang atau menyisakan makanan secara sembarangan.

Rombongan Tim Penggerak PKK Kota Makassar hadir dipimpin oleh Ketua 3 TP PKK Kota Makassar, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., didampingi langsung oleh Ketua Pokja 3 TP PKK Kota Makassar, dr. Erika Novianti, S.K.M., M.Kes., serta diikuti oleh seluruh jajaran Pengurus Pokja 3 TP PKK Kota Makassar. Kedatangan rombongan disambut dengan sangat meriah dan hangat.

Suasana kian hidup dengan penampilan budaya khas daerah, dimulai dengan Tari Paduppa yang menyiratkan rasa syukur dan sambutan tulus, dilanjutkan dengan Tari Kalompoang yang sarat makna kebesaran budaya. Puncak acara pembukaan semakin megah saat seratus siswa tampil serentak menarikan tarian massal, menunjukkan kekompakan dan dukungan penuh terhadap gerakan mulia ini.

BACA JUGA:  Sosialisasi Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Sayur di Desa Bori Masunggu

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala UPT SPF SMPN 20 Makassar, Muhammad Said, S.Pd., M.Si., mengungkapkan rasa gembira dan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap, gerakan ini tidak sekadar menjadi acara sesaat, melainkan dapat tumbuh berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang menjadikan sekolahnya sebagai contoh nyata pelaksanaan konsep “Sekolah Cerdas Pangan”.

Program Stop Boros Pangan Goes to School dirancang khusus dengan sasaran utama siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama di berbagai wilayah Kota Makassar. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya diposisikan sebagai peserta edukasi, tetapi juga didorong untuk berperan aktif menjadi agen perubahan dan agen edukasi. Mereka diharapkan mampu mempraktikkan gaya hidup peduli lingkungan serta bijak terhadap pangan, tidak hanya saat berada di lingkungan sekolah, tetapi juga menerapkannya dan menyebarluaskan pesan tersebut di lingkungan keluarga maupun masyarakat di rumah masing-masing.

Pesan inti yang disampaikan dalam kegiatan ini sangat jelas dan mudah diterapkan, yaitu mengajak setiap pelajar untuk selalu mengambil makanan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan makan masing-masing, menghabiskan makanan yang telah diambil, serta mengetahui cara pengelolaan sisa makanan yang tepat agar tidak menumpuk menjadi sampah yang mencemari lingkungan.