Gerakan ‘Stop Boros Pangan’ Hadir di SMPN 20 Makassar

Untuk memperdalam pemahaman peserta, kegiatan dilengkapi dengan sesi penyampaian materi dari dua narasumber ahli, yaitu Dr. Marini dan Ibu Ria Lestari B. Dalam pemaparannya, keduanya menekankan bahwa kebiasaan tidak membuang makanan membawa dampak positif yang luas bagi kehidupan bersama. Ada lima manfaat utama yang diperoleh dari penerapan gerakan ini:

– Meningkatkan ketahanan pangan, dengan cara memastikan ketersediaan pangan dapat dinikmati dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

– Mencegah krisis pangan, karena mengurangi jumlah makanan yang terbuang berarti kita telah memaksimalkan penggunaan sumber daya pangan yang terbatas.

– Menjaga kualitas lingkungan, sebab sisa makanan yang terbuang dan menumpuk di tempat pembuangan akhir akan menghasilkan gas metana yang berbahaya dan berkontribusi pada kerusakan lapisan atmosfer.

– Melestarikan bumi, karena setiap upaya mengurangi sampah makanan adalah langkah nyata dalam menjaga dan merawat bumi tempat kita tinggal.

– Memberikan keuntungan ekonomis, di mana pengurangan pemborosan makanan secara langsung akan membantu menghemat pengeluaran bagi setiap rumah tangga.

Sebagai bentuk dukungan dan sarana pendukung agar pesan yang disampaikan dapat terus diterapkan, Tim Penggerak PKK Kota Makassar juga membagikan tas perlengkapan atau goodie bag kepada para peserta. Di dalamnya terdapat peralatan makan dan wadah penyimpanan makanan, yang disiapkan khusus untuk digunakan jika sewaktu-waktu ada makanan yang tidak dapat dihabiskan, sehingga dapat disimpan dengan baik dan tidak langsung dibuang.

BACA JUGA:  Dr Hamidah Suryani, M.Pd Membuka PKKMB Tingkat Jurusan, 268 Mahasiswa Baru PKK UNM Resmi Bergabung

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan benih kesadaran akan pentingnya menghargai makanan dan menjaga lingkungan tertanam kuat dalam diri setiap pelajar, tumbuh menjadi kebiasaan baik, dan menyebar luas menciptakan masyarakat Makassar yang lebih cerdas, bijak, dan peduli terhadap kelestarian alam.