Makassar, NusantaraInsight — Inovasi sekolah butuh partisipasi dan kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, termasuk program inovasi GEMBIRA SD Negeri Borong, yang mulai diimplementasikan tahun ini.
Dalam kaitan itu, komunitas LISaN menandatangani kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada Senin, 14 September 2026.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Andi Etty Cahyani, S.Pd, M.Pd, dengan pendiri LISaN, Rusdin Tompo, dalam kegiatan “Sosialisasi Inovasi dan Pengembangan Bimtek TKA”, di Jalan Borong Raya No. 8.
Kegiatan Sosialisasi Inovasi GEMBIRA dan Pengembangan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tes Kemampuan Akademik (TKA) ini diikuti oleh guru-guru, Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu SDN Borong, dan beberapa orangtua murid yang tergabung dalam Bunda Pustaka.
Kesepahaman bersama yang diadakan bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan ini, terkait dengan penguatan inovasi dan Gerakan Literasi Sekolah.
Pada tahun 2026 ini, Hari Kunjung Perpustakaan bertema “Buku: Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran”.
Program inovasi GEMBIRA merupakan akronim dari Gerakan Membaca, Bercerita, Menulis, Kriya, Kreasi.
Sesuai namanya,inovasi ini mengintegrasikan lima aktivitas utama.
Bukan saja anak hanya akan membaca buku, tetapi juga bagaimana dia memahami isi buku, bisa menceritakan kembali, dan menuangkannya dalam bentuk tulisan.
Bahkan anak diharapkan mampu mengolah gagasan yang inspirasinya dari buku menjadi karya kriya, dan selanjutnya mengembangkan kreativitasnya melalui berbagai bentuk ekspresi, seperti pertunjukan, gelar karya, dan penerbitan buku.
Kesepakatan bersama antara LISaN dengan SD Negeri Borong meliputi pengembangan program inovasi dan Gerakan Literasi Sekolah, antara lain berupa kegiatan literasi, dan pendampingan menulis kreatif.
Juga konsultasi dan asistensi program-program inovasi yang dikembangkan SD Negeri Borong.
Dalam MoU disebutkan bahwa pengembangan program yang dilakukan, menyatu dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Sekolah Ramah Anak, Sekolah Adiwiyata, Sekolah Sehat, dan Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Selain itu, juga dimaksudkan untuk menumbuhkan budaya kegemaran membaca, menulis, dan berkreasi, selaras dengan upaya Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.
LISaN merupakan komunitas yang sudah lama berkiprah di isu anak dan media, dan punya pengalaman melakukan pendampingan di sekolah-sekolah, termasuk SD.












