News  

Gali Potensi UMKM hingga Budaya, Wiwit Susanto Dorong Pemuda Kaltara Lepas Ego Kelompok

Tanjung Selor, NusantaraInsight – Akselerasi pembangunan di Kalimantan Utara (Kaltara) tak lagi bisa bertumpu hanya pada sektor infrastruktur dan laju pertumbuhan ekonomi semata. Di balik itu semua, keterlibatan generasi muda yang dinamis, kolaboratif, kreatif, serta berjiwa sosial sangat krusial dalam menentukan arah masa depan kawasan tersebut.

Prinsip itulah yang terus disuarakan oleh Ketua Serikat Pemuda Jawa (SPJ) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Wiwit Susanto, S.I.Kom. Sosok yang getol menggerakkan kegiatan kepemudaan ini memosisikan organisasi tak sebatas wadah berkumpul formal, melainkan ruang perjumpaan bagi ragam potensi anak muda agar mampu menciptakan aksi nyata bagi masyarakat luas.

Momen ini mengemuka saat Wiwit menggelar obrolan santai bersama Bendahara PWI Sulsel sekaligus Dirut PT Pedoman Rakyat Utama, James Wehantouw, serta Dewan Redaksi dan Manajer Iklan Media Pedomanrakyat.co.id, Muh. Thalib Ramadhan (Ramzi). Bertempat di Kafe Teras Hotel Pangeran Khar, Tanjung Selor, Minggu (13/9/2026) siang, ia menggarisbawahi urgensi merawat soliditas pemuda sebagai benteng sosial kemajuan daerah.

Wiwit menekankan agar generasi muda tidak pasif dan sekadar menjadi penonton dalam pusaran pembangunan. Menurutnya, pemuda wajib mengambil peran sebagai bagian dari solusi dengan cara mengasah kapasitas diri, melejitkan kreativitas, serta menggalang sinergi antarorganisasi maupun komunitas.

BACA JUGA:  Sinergi Tanpa Batas: IKA SMANSA 82 Satukan Alumni dan Komunitas D2 Lewat Turnamen Domino

“Anak muda mesti pandai berkolaborasi dan mampu menekan ego kelompok. Jika seluruh potensi pemuda berpadu, daya dorongnya bagi pembangunan Kaltara tentu akan jauh lebih optimal,” tegas Wiwit.

Langkah ini diterjemahkan lewat berbagai program yang bersentuhan langsung dengan warga. Serikat Pemuda Jawa Kaltara konsisten membuka ruang keterlibatan pemuda pada ranah sosial, ekonomi, hingga kemasyarakatan—seperti pendampingan UMKM, aksi kepedulian sosial, pelestarian budaya, hingga program peningkatan kualitas SDM.

Dalam pandangan Wiwit, sektor UMKM menjadi sarana krusial untuk melatih kemandirian pemuda sekaligus menopang perekonomian lokal. Anak muda dipacu untuk tak melulu berburu status pekerja, melainkan berani membuka peluang usaha baru dan mempopulerkan produk unggulan asli Kaltara.

Sementara itu, agenda sosial dan kebudayaan dimanfaatkan sebagai sarana mempererat empati dan rasa kebersamaan. Pembangunan daerah yang ideal, lanjutnya, tak sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kohesi sosial, merawat toleransi, serta membangun tatanan masyarakat yang saling menopang.