News  

Gali Potensi UMKM hingga Budaya, Wiwit Susanto Dorong Pemuda Kaltara Lepas Ego Kelompok

“Pemuda dituntut memiliki kualitas. Kita perlu memacu peningkatan SDM, memperluas panggung kreativitas, dan memberi kesempatan bagi anak muda untuk tampil. Berikan mereka ruang untuk belajar, berproses, dan membuktikan potensinya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa organisasi kepemudaan perlu memosisikan diri sebagai jembatan penghubung berbagai potensi. Perbedaan latar belakang maupun komunitas jangan sampai menjadi tembok pemisah, melainkan amunisi untuk saling melengkapi demi menghadirkan gagasan segar bagi Kaltara.

Di tengah upaya menggembleng gerakan pemuda ini, Wiwit mengapresiasi keberpihakan Pemerintah Provinsi Kaltara. Secara khusus, ia menyebut Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, sebagai figur pemimpin yang sangat suportif terhadap dinamika kepemudaan dan kemasyarakatan.

Bentuk kepedulian tersebut tecermin dari atensi serta kehadiran langsung jajaran pemerintah dalam pelbagai perhelatan yang melibatkan anak muda. Dukungan ini dianggap vital karena ampuh memantik rasa percaya diri sekaligus membuka ruang gerak yang lebih luas bagi pemuda untuk berkontribusi.

“Bila pemerintah membukakan jalan dan pemuda menyambutnya dengan karya nyata serta kreativitas, dampaknya akan sangat dahsyat. Pemerintah memegang regulasi dan fasilitas, sedangkan pemuda memegang energi, gagasan, dan jejaring di lapangan. Sinergi inilah yang harus kita kencangkan,” jelas pria kelahiran Blitar yang saat ini juga menjabat Ketua Karang Taruna Kaltara.

BACA JUGA:  Munafri-Aliyah Kompak Hadiri Festival Kokolojia Merdeka 2025

Bagi Wiwit Susanto, mengawal arah Kaltara ke depan adalah tanggung jawab kolektif. Ia pun menyerukan agar generasi muda tidak terjebak pada kegiatan yang sifatnya sekadar seremonial, melainkan terus melangkah lewat karya, aksi sosial, penguatan ekonomi warga, pemeliharaan budaya, serta pengembangan kualitas SDM secara berkelanjutan.

“Anak muda harus berani unjuk kebolehan, berani mengeksekusi ide, dan berani mengemban tanggung jawab. Saat kita solid dan bergerak beriringan, pemuda bukan cuma jadi tumpuan masa depan, tapi juga motor utama pembangunan Kaltara hari ini,” pungkas penulis buku “Mantra Bulu Perindu” yang siap diluncurkan dalam waktu dekat ini. (*Rz)