Melibatkan Mahasiswa Lintas Keahlian
Karakter multidisiplin juga terlihat dari keterlibatan mahasiswa PNUP dalam kegiatan tersebut.
Tenaga pembantu lapangan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan, Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi, Teknik Kimia Industri, dan Teknik Telekomunikasi.
Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana inovasi teknologi diterapkan di lapangan. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa penerapan kesehatan digital membutuhkan dukungan berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi dan jaringan hingga aspek pelayanan kepada masyarakat.
Dari Lab2Market Menuju Hilirisasi
Bagi Ketua Tim PkM, Ir. Sirmayanti, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., kegiatan PNUP-Care merupakan bagian dari perjalanan yang lebih panjang.
Sirmayanti, yang juga merupakan inisiator pengembangan PNUP-Care di PNUP, menjelaskan bahwa DIAPro tidak ingin berhenti sebagai hasil penelitian dan publikasi ilmiah.
“Melalui DIAPro, kami ingin membawa hasil riset keluar dari laboratorium dan lebih dekat kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pengujian dan penyempurnaan inovasi, karena kami dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi digunakan, dipahami, dan diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, proses membawa produk dari lingkungan penelitian menuju pengguna membutuhkan tahapan yang tidak sederhana. Karena itu, pengalaman melalui Lab2Market menjadi bagian penting dalam mempersiapkan DIAPro menuju tahap hilirisasi.
“Perjalanan DIAPro tidak berhenti pada penelitian dan publikasi. Kami sedang mempersiapkan hasil riset ini untuk menuju hilirisasi. Melalui Lab2Market, kami belajar membawa produk dari lingkungan laboratorium menuju pengguna dan calon mitra,” jelasnya.
Tahapan tersebut kini mulai membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Tim menyampaikan bahwa telah terbangun komunikasi dan kesiapan kerja sama dengan dua perusahaan mitra yang diharapkan dapat mendukung proses hilirisasi DIAPro.
Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Produk
Menurut Sirmayanti, hilirisasi tidak semata-mata berarti menghasilkan sebuah aplikasi, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan inovasi tersebut terus dikembangkan dan digunakan secara berkelanjutan.
Karena itu, tim membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan pemangku kepentingan di bidang kesehatan. Pengembangan lebih lanjut juga diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sehingga inovasi yang dikembangkan dapat semakin diselaraskan dengan kebutuhan nyata di sektor kesehatan.
“Kami ingin membangun ekosistem hilirisasi yang tidak hanya menghasilkan teknologi, tetapi juga memastikan teknologi tersebut benar-benar dibutuhkan, dapat digunakan, dan memiliki mitra yang siap mengembangkannya,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman masyarakat saat menggunakan DIAPro, masukan tenaga kesehatan, pengalaman Lab2Market, serta komunikasi dengan calon mitra merupakan bagian yang saling melengkapi dalam perjalanan menuju hilirisasi.
“Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan PkM, pengalaman Lab2Market, serta penjajakan kemitraan dengan dunia usaha dan sektor kesehatan menjadi bagian dari perjalanan DIAPro menuju hilirisasi,” tambahnya.
Riset yang Bergerak Menuju Dampak Nyata
Kegiatan PNUP-Care menunjukkan bahwa proses hilirisasi hasil riset dapat dimulai dari interaksi sederhana dengan pengguna: memperkenalkan teknologi, mendengarkan pengalaman masyarakat, menguji prototipe, mengumpulkan masukan, lalu memperbaikinya secara berkelanjutan.












