Dari Laboratorium ke Masyarakat, PNUP Dorong Hilirisasi DIAPro untuk Skrining Risiko Diabetes Berbasis AI 

Bersama Tim mitra Kesehatan dari RS Tadjuddin Chalid Makassar dan Tim nakes dari Fakultas Kedokteran UIN Alaudin Makassar
Bersama Tim mitra Kesehatan dari RS Tadjuddin Chalid Makassar dan Tim nakes dari Fakultas Kedokteran UIN Alaudin Makassar

Melalui kegiatan PNUP-Care untuk Generasi Unggul, DIAPro diuji langsung oleh 120 peserta sekaligus dipersiapkan menuju hilirisasi melalui pengalaman Lab2Market dan penjajakan kemitraan dengan dunia usaha serta sektor kesehatan. 

Makassar, NusantaraInsight — Perjalanan sebuah inovasi tidak berhenti ketika penelitian selesai atau hasilnya dipublikasikan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana hasil riset tersebut dapat digunakan, diterima, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat inilah yang tengah didorong oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui pengembangan DIAPro (Diabetes Prediction), sebuah inovasi kesehatan digital yang dikembangkan untuk mendukung skrining awal risiko diabetes berbasis kecerdasan buatan (AI).

br

DIAPro dikembangkan dengan memanfaatkan kombinasi algoritme metaheuristik dan machine learning. Inovasi tersebut kini mulai dibawa keluar dari lingkungan penelitian untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PkM) “PNUP-Care untuk Generasi Unggul: Inisiatif Kesehatan Digital melalui Skrining Cerdas Berbasis AI (DIAPro)”.

Kegiatan yang berlangsung pada 5 September 2026 di Gedung Ruang Aula Rapat PNUP tersebut diikuti oleh 120 peserta. Rangkaian kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan gula darah dan hemoglobin (Hb), sosialisasi teknologi, demonstrasi penggunaan DIAPro, serta pengumpulan masukan dari peserta.

Ketika Hasil Riset Bertemu Pengguna 

Bagi tim pengembang, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosialisasi. Pertemuan langsung dengan masyarakat menjadi bagian dari proses penting untuk mengetahui bagaimana sebuah inovasi yang dikembangkan di lingkungan akademik dapat diterima dan digunakan oleh calon penggunanya.

Peserta diperkenalkan dengan DIAPro dan diberikan kesempatan melihat secara langsung proses penggunaan aplikasi. Teknologi tersebut memanfaatkan sejumlah parameter dan faktor risiko untuk memberikan informasi mengenai tingkat risiko diabetes.

Tim menegaskan bahwa DIAPro diposisikan sebagai alat bantu skrining awal, bukan sebagai pengganti diagnosis tenaga medis. Hasil yang diberikan aplikasi merupakan informasi awal yang dapat mendorong pengguna untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila diperlukan.

Di sinilah masukan masyarakat menjadi penting. 

Sebanyak 120 peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses evaluasi DIAPro. Peserta diberikan kesempatan memberikan tanggapan melalui kuesioner yang disiapkan tim, terutama terkait pengalaman penggunaan, pemahaman terhadap informasi yang diberikan, serta aspek aplikasi yang masih perlu disempurnakan.

br
BACA JUGA:  Peduli Lingkungan, Orang Tua Siswa SD Inpres Kelapa Tiga 1 Makassar Akan Menanam Pohon
br