Alumni SMKN 9 Makassar Bentuk Kelompok Usaha Perikanan di Untia, Siap Kembangkan Ekonomi Nelayan

Tiga penyuluh teknis kemudian memberi pembekalan spesifik: Andi Farida untuk diversifikasi produk olahan, Ibnu Malkan Hasbi terkait alat tangkap ramah lingkungan, dan Rahma Hidayati mengenai teknologi budidaya bioflok dan Aquaponik.

Sesi ditutup motivasi bisnis dari H. Andi Baso Mappaewa. Ia membagikan kisah sukses merintis usaha dari nol hingga mendirikan PT. Global Maju Pratama yang kini mengekspor hasil laut ke berbagai negara di dunia. “Kuncinya konsisten, mau belajar, dan masuk kelompok. Kalau anda sendirian berjuang, maka itu akan berat, tetapi kalau anda bersama dan berkolaborasi, maka anda akan menjadi kuat,” pesannya.

Usai musyawarah, seluruh peserta melakukan kunjungan lapangan ke unit bisnis Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan pemukiman nelayan Kelurahan Untia. Di lokasi, peserta melihat langsung pabrik Es, ABF dan Cold storage yang merupakan sistem rantai dingin yang sudah berjalan.

Hasil musyawarah menyepakati terbentuknya tiga kelompok awal dengan struktur pengurus sementara. Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar bersama penyuluh berkomitmen mengawal proses registrasi pendaftaran kelompok dan memfasilitasi bantuan sarana produksi tahun 2026.

BACA JUGA:  Mahasiswa FH Unhas Adakan Penyuluhan Hukum tentang Tanah Terlantar di Malino