Pendidikan yang baik akan melahirkan buruh yang cerdas. Buruh yang cerdas akan sangat menghargai setiap lembar arsip sebagai bukti autentik eksistensi dan kontribusinya. Ketika buruh sudah berdaya secara intelektual dan memiliki bukti-bukti yang kuat atas haknya, maka keadilan sosial bukan lagi sekadar slogan di spanduk demonstrasi.
Penutup
Buruh, Pendidikan, dan Arsip adalah segitiga emas kedaulatan negara dan bangsa. Jika kita abai pada salah satunya, struktur perekonomian, berkepemerintahan dan kesejahteraan kita akan goyah. Pendidikan memberi mereka “suara”, dan arsip memberi mereka “bukti”.
Sudah saatnya kita melihat arsip bukan sebagai benda mati, melainkan sebagai ruh dari keadilan, simbol akuntabilitas pemerintahan, icon dari good goverment dan good governance dan memori kolektif bangsa. Dengan pendidikan sebagai jembatannya, kita bisa berharap suatu hari nanti, tidak ada lagi buruh yang terpinggirkan hanya karena mereka “lupa” mencatat sejarahnya sendiri atau “tidak tahu” bagaimana mempertahankan haknya di hadapan hukum. Memuliakan buruh berarti memuliakan pendidikan dan merawat ingatannya melalui pengelolaan arsip yang efektif, smart dan fungsional menuju peradaban kedepan yang lebih maju, beradab dan bermartabat tanpa mendikotomikan kekuatan anak bangsa, karena sejatinya Buruh adalah salah satu kekuatan peradaban yang menyokong kebangkitan bangsa ini dan arsip pun telah mencatat secara jelas, gamblang dan kronologis tentang hal dari dulu hingga saat ini.
Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026
Selamat Hari Kearsipan 18 Mei 2026 dan
Selamat Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026.
Salam Arsip…
Penulis:
Irzal Natsir, SE, M.Si
Sekretaris Asosiasi Arsiparis Indonesia
(AAI) Prov.Sulawesi Selatan













