PEWARISAN SAINS SACRA: RAHMAN RUMADAY, KETIKA ‘MENGGUBAH’ KATA MENJADI MANTRA 

Dalam buku Ketika Kata Menjadi Mantra, Rahman Rumaday, nampaknya ingin mendamaikan ‘pertengkaran itu’, dengan menyebut bahwa meskipun ilmu Modern seringkali susah memahami ‘Mantra’. Namun dapat saja dia dijelaskan secara ilmiah.

Misalnya melalui Sains Psikologi modern, konsep berfikir positif, merupakan konsep modern yang dapat menjelaskan mengapa seringkali sebuah matra bisa sangat efektif terbukti.

br

Rahman membuat postulsai mengenai kata-kata matra dalam pola: Logika – Tafsir – Keyakinan – Kekuatan. Bahwa kata-kata mantra bersifat logis karena dapat ditemukan tafsirnya melalui pengalaman, nah penggalan itu yang membentuk keyakinan. Dan karena keyakinan, maka mantra itu memiliki kekuatan.

Tidak ada dikotomi diametral antara sains modern dan sains Tradisi. Sebuah tawaran gagasan yang mungkin saja, dapat memberi titik temu antara dua dunia, yang sesungguhnya ‘bertolakbelakang’ secara paradigmatik.

Karena itu, mari kita membaca dan mencerna esensi yang terbenam di balik buku “Ketika kata Menjadi Mantra”, secara perlahan. Dan mungkin tidak salah, jika kita golongkan sebagai esai-esai filsafat-spritual populer.

BACA JUGA:  Balla Barakkaka ri Galesong, Pustaka, dan Pusaka Syekh Yusuf

Semoga hikmah kebijaksanaan buku karya mutakhir Rahman Rumaday ini, dapat hinggap dan meresap jauh ke dalam pori-pori jiwa.

Dan, jangan dihentikan pembacaannya, hanya karena kita mulai ragu jika, ‘mantra’ tidak lagi mampu “menurunkan bulan dari langit.

SM, 19/7/2026

 

brbr
brbr
br