Riwayat, Sebuah Ikhtiar Platform Budaya Inklusif yang Adil Sejak Ide

Konten atau rubrik terkait bahasa dan aksara bisa berupa pembelajaran bahasa Bugis, kesantunan dalam bahasa Makassar, atau bahasa Enrekang dan bahasa Toraja. Literasi aksara Lontarak juga sangat penting dilakukan sebagai upaya pelestarian demi merawat aksara ini terus hidup dan berkembang.

Kalau rubrik wisata budaya, tentu begitu banyak bisa digarap. Destinasi wisata (Lakkang di Makassar, Bira di Bulukumba, Rammang-Rammang di Maros, Ketek Kesu di Toraja, adalah beberapa di antaranya), even budaya (Beautiful Malino, Gauq Maraja, Festival Aksara Lontaraq, dan lain-lain), atau ke desa wisata dan kampung adat (Balla Barakkaka ri Galesong, Kampung Ammatoa Kajang, dan sebagainya) bisa masuk kategori ini.

br

Para tokoh sebagai sumber inspirasi dan motivasi, sangat layak ditampilkan profilnya. Tokohnya bisa seniman, budayawan, sejarawan, aktivis, peneliti, pun akademisi. Pahlawan nasional, pelestari budaya, atau urban hero, semua bisa jadi pertimbangan dibuatkan materi tulisan atau konten audio/videonya, bahkan secara live streaming.

Rubrik yang tidak kalah menariknya, yakni galeri dan arsip. Rubrik atau kontennya berisi foto-foto jadul, barang/benda vintage, tulisan tangan (manuskrip), atau koleksi naskah-naskah kuno. Pada bagian galeri dan arsip ini bukan cuma mau mengejar romantisme sejarah saja, tetapi kita bisa belajar dari sana, serta melihat, meraba, dan merasakan suatu masa yang tak mungkin kita kembali secara ruang dan waktu ke sana.

BACA JUGA:  Lumbung Literasi: Ruang Belajar Alternatif

Saya memberi penekanan pada setiap rubrik dan konten yang dibuat agar selalu memasukkan pengalaman sendiri supaya lebih aktual dan kontekstual. Itu juga akan jadi pembeda dan kekuatan platform yang dibuat. Dengan demikian, masing-masing dari teman-teman akan membagi kisah dan cerita yang menggugah sesuai ragam disabilitasnya. (*)

brbr
brbr
br