Mualim, “Fotografer” Cilik di Pantai Losari

Biasanya, Mualim ke kawasan Anjungan Pantai Losari, setelah pulang sekolah, sekira pukul setengah 2. Dia bisa sampai larut malam di sini, tentu bukan untuk bermain tetapi bekerja.

“Nanti jam 1 malam baru pulang ka,” kata Mualim pelan.

Ngobrol dengan Mualim, sore itu, rupanya menarik perhatian Nur Alisha, yang juga melakukan aktivitas di Pantai Losari, sebagai penjual manisan.

Gadis kecil yang masih duduk di kelas 6 SD Negeri Kalukuang, Makassar, ini malah lebih banyak bercerita tentang Mualim. Tak heran bila ia disebut cerewet hehehe.

Nur Alisha menuturkan, mereka memang kerap diminta tolong untuk memotret.

“Karena tidak semua orang datang dengan teman na,” ujar Nur Alisha.

“Supaya kalo rame-rame ki, bisa semua difoto bersama,” terang Mualim, menimpali.

Terbukti sore itu, ada pengunjung, seorang ibu, mencari fotografer cilik yang, katanya, biasa menawarkan bantuannya ke pengunjung.

Saya bilang ke ibu itu, tadi anaknya ada. Namun dia sedang berenang di laut.

Saya akhirnya jadi tukang foto dadakan. Saya minta ibu itu berpose dengan sudut pengambilan yang dicontohkan Mualim.

BACA JUGA:  Kepo (2): Nostalgia dengan Mappinawang

Menurut pengakuan Mualim dan Nur Alisha, jasa sebagai “tukang foto” ini tak selalu dihargai berupa tip.

Meski begitu, mereka senang bisa membantu pengunjung yang ingin mendokumentasikan kehadirannya Anjungan Pantai Losari.

Apalagi banyak spot foto yang instagramable untuk diposting di akun medsos sebagai cerita sekaligus kenangan. (*)