Pasca-seri kedua tayang, suatu malam, saat Panda ke Pasar Santa, Kebayoran Baru yang menyita waktu relatif lama, para tetangga melaporkan, datang segerombolan laki-laki tegap berambut cepak berkendaraan jip. Mereka menyatroni rumah Panda yang saat itu hanya ditunggu seorang asisten rumah tangga. Rombongan laki-laki tak dikenal itu masuk secara paksa dan mengacak-acak mencari Panda Nababan.
Begitu Panda tiba di rumah, warga satu kompleks dengan dia heboh. Para tetangga mendatangi kediaman Panda. Dari mereka diketahui, gerombolan laki-laki tadi rupanya ingin menculik Panda Nababan, Aksi yang memang lagi tren pada masa itu. Setelah situasi itu, Panda Nababan bersama keluarga tetap bergeming. Tetap tinggal karena merasa sudah menjadi warga di permukiman tersebut. Sudah cukup lama dan akrab dengan warga kampung tersebut yang sebagian besar orang Betawi.
“Saya tak merasa takut, buat apa mengungsi!,” kunci Panda Nababan pada halaman 136 bukunya. (11 Agustus 2025).












