Dari segi penulisan maupun lisan Bahasa Makassar mempunyai ragam dan bentuk-bentuk kesusastraan yang dapat dikembangkan sesuai kemampuan individu dalam menguasai bahasa daerahnya. Kesusastraan klasik misalnya, ada; Rupama (dongeng), Kelong (syair yang dapat dilagukan), Sinrili (sastra tutur ungkapan berirama khas). Begitu juga dengan bentuk sastra modern dikenal sebagai Puisi Makassar dan lain-lainnya, dapat menjadi sumber inspirasi dan investasi strategis dalam Pembangunan Pemajuan Budaya Nasional di Panggung Global.
Sebagai refleksi bagi generasi yang ingin berkarya dan menerapkan nilai-nilai budaya klasik dan lainnya melalui keterampilan berbahasa Daerah Makassar dapat menciptakan karya sastra daerah yang inovatif, semisal Puisi Makassar.
Sebagai alternatif yang dapat membantu mempraktikkan kemampuan berkarya penulis menawarkan Puisi Makassar sebagai bentuk sastra daerah modern.
Namun pada tujuh tahun yang silam, Syahril patakaki Daeng Nassa (nama pena penulis) menggunakan istilah klasik yang lebih kuat mewakili nuansa bahasa daerah Makassar yang khas. Istilah “Sanja” dengan memadukan kata “Mangkasara” menjadi frasa yang kuat untuk menuangkan proses kreatif sastra daerah penulis, dalam bentuk frasa “Sanja Mangkasara” yang bermakna “Puisi Makassar”. Dimana pegiat dan pelakon sanja (sajak/puisi) disebut “Pasanja” dalam Bahasa Makassar.
Bentuk “Sanja Mangkasara” ini, telah di populerkan oleh penulis lewat sebuah buku Sanja Mangkasara berjudul: “Attayang ri Masunggua” oleh Penerbit: RAYHAN INTERMEDIA, Oktober 2020 dengan nomor ISBN: 978-602-6216-51-9 yang di launching pada tanggal 17 Nopember 2020. Bentuk Sanja Mangkasara ini juga telah dimuat di berbagai Antologi Puisi Berbahasa Daerah dan konten-konten di media-media termasuk medsos.
Sebagai bahan referensi penulis menghadirkan beberapa bentuk Sanja Mangkasara dengan berbagai ragam kreativitas mengungkapkan kearifan budaya Makassar.
SANJA MANGKASARA:
PASOMBAALA DOLANGANG
Syahril patakaki Daeng Nassa
Ri sekrea biseang pinisi
Ammenteng sassak anakoda
Balingkakkasak ri tangnga dolangang
Tegasak annyongka anging
Ri galluruk bombang tamparang maluaraka
Sammmaratanna hellallaa… Sammmaratanna..!
Oeee…eee…eeee
Inakkemi anne burakne angkammayai
tamparang maluaraka
Lebba kutoddopuli ri atinku
Lebba kupawanngi ri bombang
Lebba kupasangi ri anging
Oeee…eeee…eeee
Sikontu Julu pasombala pasolle Bone tamparanga
Akbulo sibatangko
Nu accerak sitongka-tongka
Annyombalang rurungang tallasanu
Julu pasombala dolangang
Posolle Bone tamparang.













