MEMBACA ANTROPOLOGI KONTEMPORER PAGUYUBAN LAMAHU DARI MAKASSAR

Ia adalah tafsir baru atas “pohalaa” dalam konteks modern, sebuah ikhtiar untuk menjaga warisan sekaligus membangun masa depan.

Lamahu, dengan denyutnya di Makassar, Jakarta, dan kota-kota lain, adalah bukti bahwa identitas Gorontalo tidak pernah berhenti mencari ruang hidup, dari tradisi ke modernitas, dari lokal ke nasional.

Akhirnya, dari Makassar, Lamahu Sulut menghajat adat hunggulia berikut:

DEKLARASI MAKASSAR:
7 Manifesto Kebudayaan Menuju 1000 Tahun Alaf Gorontalo

1. Kembalikan toponim kabupaten dan kota Gorontalo seperti Limutu, Kwandang, Boalemo, Pohuwato, Bone Bolango, sebagai upaya menghidupkan kembali jejak sejarah dan makna lokal yang terkandung dalam nama-nama tersebut.

2. ⁠Mendeskripsikan pemaknaan biogenetik budaya dan politik dari nama-nama raja serta arti marga, untuk menyingkap akar genealogis dan simbol kekuasaan yang membentuk identitas masyarakat Gorontalo.

3. ⁠Tradisi hunggulia(deklarasi) lewat langgam lisan tanggomo dan tujai, sebagai ekspresi seni tutur yang memperkuat solidaritas sosial dan nilai kebersamaan.

4. ⁠Menegaskan kembali akar budaya(root of culture) negara etnik(lo lipu) dengan fondasi doktrin adat, „Adati hula-hulaa to syara, syara hula-hulaan to kurani“, menegaskan bahwa adat, syara, dan Quran sebagai pilar etika, hukum masyarakat Gorontalo.

BACA JUGA:  Pemilu 1999, Pembicara tentang Media untuk Caleg Partai Baru

5. ⁠Mengonsolidasikan kebudayaan – dalam tiga paradigma, Artefak, Sosiofak, Mentifak via Recalling Culture, Writing Culture, Culture Map — Gorontalo sebagai kekuatan kolektif yang menyatukan tradisi, bahasa, seni, sains dan nilai-nilai fundamental filosofis-spiritual.

6. ⁠Pengdokumentasian legasi dan pusaka warisab dalam ensiklopedi sejarah tokoh-tokoh Gorontalo, agar generasi mendatang memiliki rujukan otentik tentang perjalanan para pemimpin, ulama, seniman, dan pejuang.

7. ⁠Menetapkan visi misi menuju 1000 Tahun alaf Kegorontaloan, sebagai horizon peradaban yang meneguhkan eksistensi Gorontalo dalam skala nasional dan global.

Manado, 15 Juni 2026

PENGURUS PAGUYUBAN LAMAHU LO MOLADU PROVINSI SULAWESI UTARA

Reiner Emyot Ointoe
Ketua

Aan Pateda SE.Ak.
Sekretaris

H. Ariyanto Paneo SPd.
Bendahara

*Ditulis untuk Pelantikan Lamahu Sulut 2026-2032 di Makassar, 16 Juni 2026. Ballroom Hotel Aryaduta.

#coverlagu:
Lagu daerah Gorontalo Hulonthalo Lipu’U ciptaan Umar Djafar dinyanyikan ulang oleh penyanyi muda Lala Amri dan resmi dirilis pada Maret 2021 dengan aransemen pop modern.

Rilis ini bertujuan melestarikan sekaligus memperkenalkan lagu tradisi Gorontalo dalam format kekinian.

BACA JUGA:  Senja, Kelapa Muda, dan Percakapan yang Tak Ingin Cepat Usai di Danau GTC

#credit foto rumah adat Lamahu di tengah persawahan dibantu AI.