Kota Pala Kota 1000 Kenangan

Dalam percakapan kami, nostalgia berpendar, kenangan lama menyeruak, dan tawa pecah berulang kali, betapa waktu telah membawa banyak perubahan, tetapi ada yang tetap yakni perasaan hangat yang tidak luntur oleh jarak, energi kebersamaan yang tidak bisa dipindai oleh algoritma, tidak bisa digantikan oleh sekadar emoji atau pesan singkat lewat medsos.

“Ust Rahman (saya disapa ust padahal saya bukan ust bahkan saya menolak dipanggil ust di lingkungan komunitas di Makassar) masih sukakah manisan pala?” tanya Ibu Ratmi dengan logat Papua yang khas. Pertanyaan sederhana, namun penuh makna, mungkin mereka khawatir, setelah sekian lama saya meninggalkan Fakfak, saya telah melupakan rasa yang pernah melekat di lidah dan hati.

“Masih suka sekali. Bahkan saya rindu dengan manisan itu,” jawab saya.

Alhamdulillah… Ibu Ratmi dan suaminya (ust Iswahyudi) tersenyum serempak, bahagia mendengar jawaban saya. Seolah tidak ingin membiarkan rindu itu hanya berupa kata-kata, ibu Ratmi bergegas masuk ke dalam rumah dan kembali dengan plastik hitam di tangannya.

BACA JUGA:  Dalam Ijab yang Tak Pernah Usai

“Ini ada sedikit manisan pala yang kami bawa dari Fakfak, siapa tahu dengan memakan manisan pala, rindu sama Fakfak dan bisa pulang ke Fakfak,” katanya sambil menyerahkan bungkusan itu kepada saya.

Ah, Fakfak. Kurang lebih 22 tahun saya meninggalkannya. Namun, seperti manisan pala yang tetap mempertahankan rasanya, kenangan tentang kota itu pun tak pernah pudar dalam ingatan saya.

Di sanalah saya belajar bahwa hidup adalah tentang berbagi, tentang menjaga bara kasih dalam tungku kehidupan, dan tentang merawat tali silaturahmi agar tetap menyala, tak peduli seberapa jauh jarak memisahkan.

“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi.” ~ Hadits

Mungkin benar, silaturahmi bukan sekadar pertemuan biasa, tapi ia adalah jembatan menuju keberkahan. Ia memperpanjang umur, melapangkan rezeki, dan yang lebih utama mengundang rahmat Allah.

Parang Tambung, 23 Februari 2025