IN MEMORIAM SYAHRIAR TATO: MENGABADI MELALUI LAKON DAN KARYANYA

Syahriar tato
Alm. Syahriar Tato (tengah) berbaju hitam.

Dari aktivitas Syahriar Tato di dunia hiburan sebagai aktor dan produser film, sehingga beliau pernah dipercaya sebagai Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Sulawesi Selatan. Dunia peran yang dimainkan bukan hanya lingkup nasional, tetapi juga internasional, sehingga beliau pernah menerima penghargaan Anugerah Telenovela 2018 dari Yayasan Pembangunan Buku Negara (YPBN) dalam ajang di Kuala Lumpur Convention Centre Malaysia. (Tribun Makassar.com, 22/08/2026).

Begitu pun dedikasi Syahriar Tato di dunia sastra juga terdokumentasi melalui karya buku kumpulan cerpen dan puisi. Teringat di awal tahun 2025, buku kumpulan puisi bertajuk Mengejar Tapak Allah, dibincangkan oleh komunitas seniman dan penyair yang berhimpun di Ikatan Penulis Muslim Indonesia (IPMI).

Dengan dedikasinya yang melintasi ruang dan waktu ini, sebagai birokrat, akademisi, seniman, sastrawan sudah terekam di berbagai dokumen, menjadi penanda secara fisik sosok Syahriar Tato sudah tidak ada di alam fana sejak 22 Agustus 2026. Akan tetapi jejak karya berupa lakon dan pikirannya masih mengabadi, terus dikenang dan tidak lekang oleh waktu. (*)

BACA JUGA:  Sekilas Andi Pasamangi Wawo : TAK GENTAR WALAU PERNAH DIKEROYOK DAN DITIKAM