Makale, NusantaraInsight — Rutan Kelas IIB Makale dikejutkan dengan insiden larinya seorang narapidana saat menjalani rawat inap di RSUD Lakipadada, Tana Toraja, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Peristiwa ini diketahui sekitar pukul 21.30 WITA
Warga binaan yang kabur diketahui bernama Paulus Niel, yang sebelumnya dirujuk ke RSUD Lakipadada untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan dengan pengawalan melekat petugas Rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Makale, Mat Burki, mengatakan pelarian terjadi saat Paulus Niel menjalani rawat inap di RSUD Lakipadada dengan pengawalan melekat petugas jelasnya “.
Pengawasan sudah dilaksanakan sesuai prosedur. Namun, pada saat petugas keluar untuk membeli makanan malam, warga binaan memanfaatkan situasi tersebut untuk meninggalkan ruang perawatan. Sekembalinya petugas dari membeli makanan, yang bersangkutan sudah tidak berada di tempat kata mat Burki dan pencarian awal pun segera dilakukan ucapnya.
Mat Burki menegaskan bahwa pihaknya sangat menyesalkan kejadian ini, dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengawasan warga binaan yang menjalani perawatan di luar Rutan.
“Kami memastikan proses pencarian terus dilakukan secara intensif bersama aparat kepolisian. Kami juga berkomitmen untuk membuka informasi ini secara transparan kepada publik,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Makale, Mat Burki, dalam keterangan resminya.
Rutan Kelas IIB Makale menegaskan telah mengambil sejumlah tindakan cepat, mulai dari melaporkan kejadian kepada Kakanwil Ditjenpas Sulsel, melakukan koordinasi dengan aparat keamanan termasuk Polres Tana Toraja dan Polres Toraja Utara, serta membentuk tim pencarian yang melibatkan sinergi dengan aparat penegak hukum.
Selanjutnya, dilakukan pula evaluasi dan penguatan prosedur pengawasan bagi warga binaan yang menjalani perawatan medis di luar Rutan.
Langkah Persuasif kepada Keluarga dan Masyarakat
Sesuai arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Kepala Rutan Kelas IIB Makale terus memperkuat langkah pencarian sekaligus menempuh pendekatan persuasif kepada pihak keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar. Upaya ini dilakukan agar informasi keberadaan Paulus Niel dapat segera diperoleh, serta mendorong yang bersangkutan untuk secepatnya menyerahkan diri kepada petugas.
Mat Burki menyampaikan harapannya agar Paulus Niel segera menyadari kekeliruannya dan kembali menyerahkan diri secara baik-baik, demi kepentingannya sendiri maupun keluarganya.
“Kami mengimbau kepada keluarga, kerabat, dan masyarakat yang mengetahui keberadaan saudara Paulus Niel untuk turut membantu memberikan informasi kepada petugas terdekat. Kami berharap yang bersangkutan segera menyerahkan diri secara sukarela, karena hal ini akan menjadi pertimbangan yang baik ke depannya,” ujar Mat Burki.












