Di Balik Peluncuran Buku A. Amiruddin Nakhoda dari Timur (3) : Sangat Memperhatikan Stafnya.

Amiruddin
Peluncuran Buku A. Amiruddin Nakhoda dari Timur

“Iya, nggak fair kalau begini,” kata Pak Amiruddin.

Akhirnya, berdasarkan matriks yang dibuat, timbullah kebijaksanaan baru. Antara lain isinya adalah pembagian honorarium dari proyek disesuaikan dengan beban tugasnya di Unhas.

Maka dibuatlah scoring (beban berat). Misalnya, kalau rektor bobotnya 100, dekan bobotnya berapa, begitu pun Pembantu Rektor, sehingga nanti honorarium pada proyek yang ada di Unhas itu, dibagi dengan bobot kredit. Semua didistribusikan ke dalam matriks. Alhasil, semua orang senang. Orang merasa dibayar sesuai dengan tanggung jawabnya. (Bersambung, MDA).

BACA JUGA:  Refleksi Lagu “Lu Kenal Veronika Ko” dan Perkembangan Kosakata Bahasa Media Sosial