Dimas mengakui, sejak kehilangan Bilqis, jangankan makan, tidur pun sudah tidak teratur. Sehari dia dan keluarga paling-paling bisa terlelap antara 30-60 menit saja sehari.
Tim Kepolisian Polrestabes Makassar yang tiba di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta sekitar pukul 23.00 WIB langsung dijemput anggota Polres Sukoharjo.
Mereka langsung menuju sasaran. Lama perjalanan sekitar 3 jam. Dalam peta, jarak Bandara Adi Sucipto Yogyakarta ke Polres Sukoharjo sekitar 60,3 km.
Sasaran yang dibidik tim, tempat di dekat kediaman NH (29).
Lonceng menunjuk antara pukul 02.00-03.00 WIB dinihari Kamis 6 November 2025, tim tiba di sasaran.
Tim dibantu Ketua RT setempat yang sudah dikomunikasikan petugas Kepolisian Sukoharjo, memandu menuju TKP sasaran.
Dalam video yang beredar, subuh hari, tampak beberapa anggota Kepolisian berpakaian preman mendatangi sebuah rumah di Sukoharjo.
Mereka terdiri atas Personil Polrestabes dan Polres Sukoharjo Polda Jawa Tengah. Anggota langsung berdiri di depan dua pintu rumah dengan cat berwarna krem. Dua petugas berdiri pada setiap pintu. Petugas yang di depan pintu mulai mengetuk pintu secara bergantian dengan petugas yang dipintu yang lain. Tampak dan terdengar, tiga kali petugas mengetuk kedua pintu.
“RT,” seru salah seorang petugas yang berdiri di pintu sebelah kanan, agak jauh dari perekam video.
Iptu Nasrullah yang memimpin tim Polrestabes Makassar, pertama menerobos masuk ke rumah saat muncul seorang perempuan berkulit putih dari balik pintu yang terbuka.
Saat ditanya petugas mengenai anak yang diambilnya, perempuan yang tampak kaget dengan kemunculan orang tak dikenal tersebut sempat bingung. Dia segera menyangkal.
“Pada saat subuh itu, kita ketok pintu rumahnya dengan menyebut RT,” cerita Nasrullah.
Tim langsung “to the point” saja.
“Mana anak yang kamu ambil dari Makassar,” desak Nasrullah tegas.
Pelaku masih berusaha mengelak. Tapi tim Jatanras Polrestabes Makassar sudah mengantongi rekaman CCTV dan jejak digital komunikasinya dengan pelaku SY di Makassar . Itu pun diperlihatkan. NH masih terus berusaha berbelit-belit awalnya.
“Sudahlah kau jujur. Nanti kita bantu,” kata Nasrullah melaksanakan taktik agar NH mau luluh.
Terjadi dialog yang sangat kencang setelah petugas merangsek masuk. NH masih terus berusaha berkelit. Tidak mau dengan segera mengakui perbuatannya.
Tapi polisi tidak mau menyerah dan percaya atas ucapan perempuan berkulit putar dengan muka bulat itu. Hasil komunikasi NH dengan SY jadi bukti awal operasi perburuan balita 4 tahun ini. Nasrullah mengira, Bilqis ada di dalam kamarnya, ternyata dia menjawab ada di Jambi.
“Setelah kita perlihatkan gambar CCTV, barulah dia mengakui. Bahkan, NH pura-pura ‘shock’. Tetapi kita sudah tahu, dia ‘pemain’ juga. Mentalnya sudah terlatih, ” sebut Nasrullah dalam wawancara dengan penulis di kantor Polsek Panakkukang Makassar.
Dalam video yang beredar, saat tim masuk, NH tampak kaget.
“Pura-pura kaget. Pura-pura tidak tahu lagi,”ungkap Nasrullah.
Nasrullah yang pertama merangsek masuk ke rumah pelaku NH segera berbicara dari hati ke hati. Pelaku akhirnya mengaku.
“Saya sudah jual ke Jambi,” ujarnya.
“Berapa kau jual,” desak Nasrullah, perwira polisi yang dituakan dalam tim Polrestabes Makassar itu.
“Rp 15 juta, katanya,” imbuh Nasrullah menirukan ucapan pelaku di Suoharjo.
Awalnya Rp 15 juta. Tapi faktanya Rp 30 juta. Semula dia bertahan Rp 15 juta.
Namun yang membeli di Jambi mengakui, mengambil anak ini dari NH dengan Rp 30 juta.
Saat ditanya, NH dengan polos menjawab kalau Bilqis sudah ada di Jambi. Tim sempat kaget karena baru dua hari kejadian, anak tersebut sudah berpindah ke pulau lain lagi, Sumatra. Jambi tepatnya.












