Saya pun pergi mencari tempat keduanya menonton. Anak-anak menunjuk rumah tempat keduanya menonton. Lantaran saya tidak kenal nama siapa pemilik rumah, saya sampai di ujung desa, sekitar 200m jaraknya dari rumah orang tua.
Mereka yang ada di ujung desa itu memberi tahu, mungkin keduanya lagi menonton di kediaman mantan Kepala Desa Kanca di dekat lapangan bola. Ke sana saya mengayunkan langkah. Tidak terdengar suara orang menonton bola saat saya berjalan di dekat rumah yang dimaksud.
Saya terus berjalan hingga memotong lapangan bola. Terus menyusuri gang dan turun kembali ke jalan desa yang sudah tersiram aspal dan tiba kembali di depan rumah.
Capek berjalan sejauh sekitar 600-700m, saya mampir di kedai di depan kedai adik yang sedang tutup. Pada penjual, saya kembali bertanya lokasi kedua adik menonton. Saya mulai berjalan lagi ke arah selatan. Pada ibu-ibu yang menjual di kedai sayur saya bertanya lagi. Soalnya, saya tidak kenal pemilik rumah. Lalu ditunjuk ke rumah yang kebetulan sedang dua orang ibu muncul di depan rumahnya.
Saya pun dipersilakan masuk. Rupanya tempat kedua adik saya itu menonton di lantai bawah. Saya yang dari tempat yang terang, memasuki ruang tanpa lampu, jelas gelap. Tidak melihat apa-apa, sebelum dituntun menuruni tangga sederhana.
“Bahaya juga kalau saya salah langkah, bisa jatuh,” saya membatin.
Ternyata penonton dua bersaudara ini menghadap ke layar TV ukuran sekitar 40 inci yang menempel di dinding dalam keadaan berbaring. Tuan rumahnya duduk. Saya langsung dipersilakan menempati lokasi yang kosong di bagian ujung kiri.
“Ternyata di sini ada pendukung Meksiko,” kata adik saya yang berdomisili di Mataram memberi tahu kalau tuan rumah berbeda jagoan dengan tamu penonton yang lebih menjagokan Korea Selatan.
Adik yang di Mataram ini ternyata lebih banyak terlelap saat pertandingan berlangsung. Untung saja gol sudah tercipta melalui pemain tuan rumah Meksiko L.Romo pada menit ke-50.
Begitulah hari-hari ke depan, saya akan menonton pertandingan Piala Dunia tidak sesering jika di rumah di Makassar. Hasil pertandingan kemudian dikemas dalam bentuk berita saya setelah menengok hasil di google yang selalu setiap meng-update hasil pertandingan. (*).













