Saat ditanya, kenapa dia selalu satu organisasi dengan Rahman Arge? Iwan Azis menjawab, itu karena kalau dia bercerita atau menjelaskan sesuatu, seniornya itu cepat tanggap. Begitupun sebaliknya, dia bisa menerjemahkan apa yang diinginkan Rahman Arge, dalam kapasitas organisasi dan profesional.
Iwan Azis teringat, pada peran sebagai PKP atau Penjaga Keamanan Partikulir, sebutan untuk Satpam, tempo doeloe. Kebanyakan yang punya PKP hanyalah orang keturunan Tionghoa. PKP ini biasa berjaga-jaga di depan toko majikannya.
“Mainkan ki peran sebagai PKP, tapi keppangko,” cerita Iwan Azis tentang perannya itu.
Supaya bisa memainkan peran dengan baik maka dia sengaja memakai sepatu sempit. Dengan demikian, dia selalu terlihat berjalan pincang saat di panggung. Katanya, ada yang memuji dia mampu memainkan karakter pincang. Padahal dia punya trik supaya tetap berakting pincang. Dengan memakai sepatu sempit, dia akan berjalan keppang karena kakinya sakit.
Ada lagi satu peristiwa yang tidak dilupakan Iwan Azis, yakni saat perhelatan
Pekan Kebudayaan Sulawesi Selatan di Lapangan Gokar, Jalan Racing Centre. Ini di masa Walikota Makassar, Abustam dan Gubernur Sulawesi Selatan Achmad Amiruddin.
*Kegiatan Pekan Kebudayaan Sulawesi Selatan ini diadakan oleh DKM bekerja sama dengan Kodam IV/Hasanuudin. Panglima Kodam XIV/Hasanuddin saat itu, adalah Brigjen TNI Hasan Slamet.
Ini merupakan pertunjukan kolosal, di mana setiap daerah menampilkan atraksi keseniannya.
“Suasananya saat itu kayak pasar malam,” jelas Iwan Azis mengingat peristiwa bersejarah tersebut.
Festival Kebudayaan II diadakan di kawasan Benteng Somba Opu, yang disebut-sebut sebagai taman miniatur Sulawesi Selatan. Festival besar ini diorkestrasi oleh Mukhlis PaEni, yang pernah menjadi Kepala Perpusnas RI, Kepala Arsip Nasional RI, dan Ketua Lembaga Sensor Film (LSF).
Sayangnya, kata Iwan Azis, setiap pemimpin bikin program tapi tidak dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya. Tidak ada keberlanjutannya. Menurutnya, ini kelemahan kita di Sulawesi Selatan. Padahal banyak program strategis dan bagus tapi tidak dilanjutkan oleh penerusnya. (*)












