News  

Piala Dunia 2026: Zovinha, Pahlawan Tanjung Verde

Tetapi penonton disajikan pemandangan yang sangat spektakuler dan dahsyat. Betapa gempuran demi gempuran Spanyol itu mentah di tangan seorang kiper yang sangat percaya diri.

Mereka merayakan hasil imbang itu dengan berpelukan dan menari. Hari itu, seolah milik mereka. Hari yang sangat bersejarah dalam kehidupan persepakbolaan tim pendatang baru Piala Dunia 2026 itu.

Di lapangan, para pemain berlari saling mendekat dalam kegembiraan. Bahkan penonton yang tidak memihak Tanjung Verde atau pun Spanyol turut terbawa suasana. Saat pertandingan usai, banyak dari mereka ikut merayakan. Betul-betul sepak bola melenyapkan sekat pendukung dan lebih melihat kepada sebuah prestasi dan penampilan.

Melawan Spanyol yang notabene merupakan juara Eropa, kiper veteran Vozinha menampilkan performa terbaik sepanjang hidupnya. Dia berhasil menjaga gawangnya tidak kebobolan sehingga menuai hasil paling bersejarah dalam sejarah sepak bola negaranya.

“Saya menangis karena saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya,” kata Vozinha setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.

“Sayangnya mereka tidak ada di sini. Mereka meninggal beberapa tahun lalu. Mereka adalah segalanya bagi saya, segalanya dalam hidup saya.

BACA JUGA:  ASN Jembatan Timbang di Gowa Donor Darah 

“Dan juga karena ibu saya. Dia tidak bisa hadir karena visa. Karena biaya yang harus dibayar untuk visa, kami tidak berhasil mendapatkannya tepat waktu. Saya ingin dia ada di sini.”

Ia menambahkan: “Senjata terbaik kami adalah persatuan kami. Terlepas dari pemain yang datang hari ini, atau pemain yang berusia 10 atau 15 tahun, cara kami memperlakukan keluarga adalah kekuatan terbesar kami.

“Semua orang berpikir kami datang ke sini hanya untuk menikmati Piala Dunia, tetapi tidak. Kami tahu ada tim-tim yang selalu kami hormati, karena ini pertama kalinya bagi kami, tetapi kami di sini untuk bersaing dan kami di sini untuk berjuang demi negara kami.”

‘Ini sudah menjadi mimpi sejak saya kecil’. Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca

Lahir dengan nama Josimar Dias, kiper Tanjung Verde itu telah menghabiskan seluruh kariernya mengejar impian tampil di Piala Dunia. Ketika akhirnya terwujud, momen itu datang dengan catatan sejarah.

Sepanjang karier profesionalnya, Vozinha pernah memperkuat beberapa klub di Afrika dan Eropa. Beberapa klub yang pernah dibelanya antara lain: Batuque FC (Cape Verde), FC Arouca (Portugal), Progresso do Sambizanga (Angola), Gil Vicente (Portugal)

BACA JUGA:  Gerakan Environmental Hygiene di Lapas Kelas 1 Makassar

Cape Umoya United (Afrika Selatan), Chaves (Portugal).

Meski tidak pernah membela klub-klub elite Eropa, Vozinha dikenal sebagai penjaga gawang yang konsisten dan memiliki kepemimpinan kuat di dalam tim. Pengalaman bermain di berbagai negara membuatnya memiliki mentalitas yang tangguh ketika menghadapi pertandingan besar.