“Kami siap bekerja sama dengan dinas dan sekolah untuk membangun sistem kearsipan yang sederhana namun efektif. Ini investasi kecil yang menghasilkan kejelasan administrasi dan perlindungan akuntabilitas publik,” kata Dr. Basri.
Respon Peserta dan Tindak Lanjut
Peserta menanggapi pemaparan dengan antusias; beberapa kepala sekolah mengajukan studi kasus terkait dokumen yang belum lengkap dan meminta saran teknis penataan arsip. Kepala SMAN 11 selaku tuan rumah menyatakan akan menindaklanjuti dengan menyusun SOP internal kearsipan dan merencanakan pelatihan lanjutan untuk staf tata usaha.
Kegiatan ini dihadiri oleh kepala sekolah SMA, SMK, SLB, kepala tata usaha, serta perwakilan Dinas Pendidikan (Kacabdis).












