banner 728x90

Rilis WHO : Satu Anak Terbunuh di Gaza Setiap 10 Menit

  • Bagikan

NusantaraInsight, New York — Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, merilis bahwa satu anak di Jalur Gaza, Palestina terbunuh setiap 10 menit.

“Rata-rata, satu anak terbunuh setiap 10 menit di Gaza,” kata Tedros kepada Dewan Keamanan PBB, dikutip dari Reuters, Sabtu (11/11/2023).

“Tidak ada tempat dan tidak ada seorangpun yang aman di Gaza,” imbuhnya.

Selain itu, Tedros menyebutkan bahwa setengah dari 36 rumah sakit dan dua pertiga pusat layanan kesehatan primer di Gaza sudah tidak berfungsi.

Menurut Tedros, rumah sakit yang beroperasi sudah tidak sesuai kapasitas. Melihat kondisi itu, Tedros menggambarkan sistem pelayanan kesehatan di Gaza sedang dalam kondisi terpuruk.

“Koridor rumah sakit penuh dengan korban luka, orang sakit, dan sekarat. Kamar mayat sangat penuh. Pembedahan tanpa bius. Puluhan ribu pengungsi berlindung di rumah sakit,” papar Tedros.

Melalui paparannya, Tedros mengaku memahami apa yang dialami anak-anak Gaza. Sebab, ia pernah mengalami situasi perang di Ethiopia.

“Suara tembakan dan peluru di udara, bau asap setelah serangan, peluru pelacak di langit malam, ketakutan, rasa sakit, dan kehilangan, hal-hal itu selalu melekat di sepanjang hidup saya,” ungkap Tedros.

BACA JUGA:  Iran Ultimatum Israel Jika Terus Gempur Gaza

Sejak 7 Oktober 2023 lalu, WHO telah memverifikasi lebih dari 250 serangan terhadap layanan kesehatan di Gaza dan Tepi Barat. Sementara itu, ada 25 serangan terhadap layanan kesehatan di Israel.

Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa Israel telah membentuk satuan tugas untuk mendirikan rumah sakit di Gaza selatan. Pada 12 Oktober, Israel memerintahkan sekitar 1,1 juta orang di Gaza untuk pindah ke selatan menjelang invasi darat.

“Israel sedang melakukan pembicaraan lanjutan dengan Uni Emirat Arab, ICRC, dan negara-negara Eropa lainnya mengenai pendirian kapal rumah sakit lapangan dan rumah sakit terapung,” kata Erdan.

“Israel memfasilitasi pengiriman bantuan medis dari Yordania ke rumah sakit di Gaza utara. Sedihnya, Israel berbuat lebih banyak demi kesejahteraan warga Gaza dibandingkan WHO atau badan PBB lainnya” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah berupaya untuk menyediakan bahan bakar ke rumah sakit di Gaza.

BACA JUGA:  Begini Cara Penghitungan Suara Pemilu 2024 dengan Aplikasi Sirekap

Ia menekankan, fasilitas sipil dan kemanusiaan harus dihormati dan dilindungi berdasarkan hukum internasional.

Melansir dari AFP, hingga Jumat (10/11/2023) Kementerian Kesehatan di Gaza mencatat sebanyak 11.078 orang dengan 4.506 di antaranya adalah anak-anak tewas akibat serangan Israel, sedangkan 27.490 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Ashraf al-Qudra, mengungkapkan bahwa 21 dari 35 rumah sakit di Gaza sudah tidak beroperasi. Sebelumnya, jumlah rumah sakit yang berhenti beroperasi adalah 18.

  • Bagikan