banner 728x90

Kehadiran Presiden Jokowi di Tanzania Disambut Upacara Kenegaraan

  • Bagikan

NusantaraInsight, Dar Es Salaam — Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke kawasan Afrika dilanjutkan dengan mengunjungi Dar Es Salaam, Republik Persatuan Tanzania. Kunjungan ini menjadi kunjungan pertama Presiden Indonesia ke Tanzania dalam 30 tahun terakhir setelah kunjungan Presiden Soeharto di tahun 1991.

Kehadiran Presiden Jokowi di Tanzania disambut secara kenegaraan oleh Presiden Samia Suluhu Hassan di Dar Es Salaam State House, pada Selasa, 22 Agustus 2023.

Cuaca cerah tepi pantai mengiringi upacara penyambutan kenegaraan. Tiba sekira pukul 10.00 waktu setempat (WS) atau 14.00 WIB, Presiden Jokowi disambut secara langsung oleh Presiden Samia di halaman depan Dar Es Salaam State House.

Kedua pemimpin negara kemudian mengikuti jalannya upacara penyambutan dengan iringan lagu kebangsaan masing-masing negara serta 21 dentuman meriam kehormatan. Setelahnya, Presiden Jokowi dipersilakan oleh Presiden Samia untuk melakukan inspeksi pasukan.

Setelah upacara selesai, kedua pemimpin negara tampak memperkenalkan delegasi masing-masing kemudian dilanjutkan berjalan menuju Gedung Kikwete Hall, Dar Es Salaam State House untuk menandatangani buku tamu. Sepanjang jalan menuju lokasi penandatanganan buku tamu, Presiden Jokowi bersama Presiden Samia diiringi oleh tarian tradisional Tanzania.

BACA JUGA:  Israel Serang Rafah

Kemudian, Presiden Jokowi dan Presiden Samia melaksanakan pertemuan tatap muka atau téte-a-téte untuk selanjutnya bergabung bersama delegasi masing-masing negara untuk melaksanakan pertemuan bilateral.

Usai pertemuan, kedua pemimpin negara menyaksikan penandatanganan dan pertukaran nota kesepahaman kerja sama kedua negara dan diakhiri dengan pernyataan pers bersama. Rangkaian penyambutan kenegaraan tersebut akan diakhiri dengan jamuan makan siang kenegaraan.

Turut mendampingi Presiden yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk Republik Persatuan Tanzania Tri Yogo Jatmiko.

(BPMI Setpres)

  • Bagikan