Makassar, NusantaraInsight – Pengamatan hilal tidak hanya memerlukan pemahaman tentang ketentuan agama, tetapi juga pengetahuan astronomi dan keterampilan menggunakan perangkat pengamatan. Untuk meningkatkan kompetensi tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Sulawesi Selatan menggelar pelatihan rukyatul hilal di Kantor Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Jalan Prof. Abdurahman Basalamah, Kota Makassar, Senin (12/10/2026).
Pelatihan yang melibatkan BMKG dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan itu tidak hanya berisi pemaparan materi. Para peserta juga mendapat kesempatan mempraktikkan penggunaan perangkat pengamatan hilal, mulai dari pemasangan teleskop hingga pengenalan aplikasi astronomi yang terhubung dengan laptop.
Kegiatan dibuka Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Dr. Nasrol Adil, S.Si., M.T. Hadir pula Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Jawiana Saokani, S.Si., M.Pd., serta Ketua Tim Bina Paham Keagamaan dan Hisab Rukyat Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Dr. Nurdin, S.Ag., M.H.I.
Peserta berasal dari unsur pengurus LDII Kota Makassar serta Kabupaten Gowa, Takalar, Bantaeng, Maros, dan Pangkep. Selain itu, kegiatan diikuti pengurus harian dan pengurus Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPW LDII Sulawesi Selatan.
BMKG Harapkan Peserta Menjadi Penyampai Informasi Akurat. Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil mengatakan, pengamatan hilal merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilakukan BMKG hampir setiap awal bulan Hijriah.
Selain hilal, BMKG juga melakukan pengamatan terhadap berbagai fenomena astronomi, termasuk gerhana matahari dan gerhana bulan. Pengamatan tersebut berkaitan dengan penyediaan informasi astronomi dan tanda waktu bagi masyarakat.
“Kita juga mengamati gerhana matahari, gerhana bulan. Ini menjadi kewajiban bagi kami menginformasikan tanda waktu,” ujar Nasrol.
Nasrol menyambut baik inisiatif LDII Sulawesi Selatan menggelar pelatihan rukyatul hilal di lingkungan BMKG. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai suatu kehormatan bagi lembaganya. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan tidak hanya bermanfaat dalam kegiatan pengamatan hilal, tetapi juga mendukung penyebarluasan informasi BMKG kepada masyarakat.
“Harapan kami, peserta pelatihan rukyatul hilal dari LDII bisa menjadi agen BMKG untuk menyampaikan informasi yang benar terkait cuaca kepada masyarakat,” kata Nasrol.
Ia juga menyinggung pentingnya informasi mengenai kondisi lingkungan, termasuk peringatan polusi akibat kebakaran hutan dan lahan di Papua serta imbauan penggunaan masker. Melalui penyampaian informasi yang tepat, masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi cuaca dan lingkungan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
LDII Sulsel Dorong Penguatan Ilmu Syar’i dan Teknologi
Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Jawiana Saokani berharap pelatihan rukyatul hilal tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia memerlukan penguatan pengetahuan keagamaan sekaligus penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia berharap pelatihan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan ilmu syar’i dengan pengetahuan teknologi, khususnya dalam memahami dan melaksanakan pengamatan hilal.
Jawiana juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan untuk memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.












