“Saya berterima kasih kepada Kepala Balai Besar MKG IV Makassar dan Kementerian Agama Sulawesi Selatan. Semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan dan diperluas cakupannya,” ujar Jawiana.
Harapan tersebut menjadi bagian dari upaya LDII Sulawesi Selatan meningkatkan kompetensi pengurus melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan lembaga dengan keahlian di bidangnya.
Kemenag Apresiasi Inisiatif LDII dalam Pelatihan Rukyatul Hilal
Ketua Tim Bina Paham Keagamaan dan Hisab Rukyat Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan Nurdin menjelaskan bahwa rukyatul hilal merupakan salah satu ikhtiar dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Menurutnya, pengamatan hilal memiliki peran penting dalam pelaksanaan ibadah umat Islam, terutama untuk penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Nurdin mengatakan, pihaknya melaksanakan pengamatan hilal sebanyak tiga kali dalam setahun untuk kepentingan penentuan awal ketiga bulan tersebut.
Penentuan awal Ramadan berkaitan dengan pelaksanaan ibadah puasa, awal Syawal berkaitan dengan Idulfitri, sedangkan awal Zulhijah berkaitan dengan rangkaian ibadah haji dan Iduladha.
Nurdin yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan memberikan apresiasi atas inisiatif LDII mengadakan pelatihan rukyatul hilal.
“Baru kali ini ada ormas yang melaksanakan pelatihan rukyatul hilal. Kita harus apresiasi LDII. Ini laporan yang baik untuk kami sampaikan ke Kementerian Agama di tingkat pusat,” ujar Nurdin.
Selain membahas pengamatan hilal, Nurdin mengingatkan pentingnya ketepatan arah kiblat pada tempat-tempat ibadah umat Islam.
Menurutnya, pemeriksaan arah kiblat tidak hanya diperlukan di masjid, tetapi juga musala yang berada di kantor instansi pemerintah, hotel, dan berbagai fasilitas lainnya.
“Arah kiblat ini yang harus dikalibrasi ulang. Kementerian Agama memiliki kewenangan untuk mensertifikatkan arah kiblat,” katanya.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan ilmu astronomi dalam kehidupan beragama tidak terbatas pada penentuan awal bulan Hijriah, tetapi juga berkaitan dengan ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan shalat.
Praktik Pengamatan Hilal Menggunakan Teleskop dan Aplikasi SharpCap
Setelah rangkaian sambutan dari Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, perwakilan Kementerian Agama, dan pimpinan LDII Sulawesi Selatan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh empat pemateri dari BMKG.
Pemateri pelatihan rukyatul hilal antara lain R. Jamroni, ST. MT (Ketua Tim Kerja Bidang Geofisika BMKG Wilayah IV), Kaharuddin, S.Si. M.Si (Anggota Tim Kerja Bidang Geofisika BMKG Wilayah IV), Rizky Muhammad Rahman, S.Tr. M.Si (Anggota Tim Kerja Bidang Geofisika BMKG Wilayah IV), dan Sarifuddin, S.Si., M.Si (Anggota Tim Kerja Bidang Geofisika BMKG Wilayah IV) yang menjelaskan penggunaan Aplikasi SharpCap.
Para peserta kemudian mengikuti sesi praktik pengamatan hilal yang dipandu langsung oleh petugas BMKG.
Sekitar pukul 17.00 WITA, peserta menuju lantai empat, tepatnya area atap (rooftop) Kantor BBMKG Wilayah IV Makassar, untuk mempraktikkan penggunaan perangkat pengamatan.
Dalam sesi tersebut, petugas BMKG membimbing peserta mengenali tahapan persiapan instrumen astronomi. Praktik dimulai dengan pemasangan tripod sebagai penyangga, dilanjutkan pemasangan mounting atau dudukan teleskop, hingga pemasangan teropong.
Setelah perangkat terpasang, peserta mendapat panduan untuk mencari objek matahari dan bulan sebagai bagian dari latihan pengamatan.
Petugas BMKG juga memperkenalkan aplikasi SharpCap yang dihubungkan dengan laptop untuk membantu proses pengamatan dan melihat posisi hilal melalui perangkat yang digunakan.












