Bahkan untuk urusan kendaraan dinas, ia tidak menuntut pengadaan baru selama yang lama masih layak digunakan. Sikap ini mencerminkan komitmennya terhadap efisiensi anggaran dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah.
Tak hanya itu, dalam hal operasional seperti konsumsi makan dan minum, Appi tidak mau terjadi pemborosan yang dapat membebani anggaran. Baginya, setiap rupiah yang dikeluarkan harus memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar untuk memenuhi kenyamanan pejabat.
Pendekatan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan anggaran, termasuk isu Rp10 miliar untuk makan dan minum Wali Kota, tidak benar, dan tidak sesuai kondisi yang sebenarnya. (*)













