“Yang dipublikasikan itu hanya potongan kode rekening, lalu dipelintir seolah-olah itu anggaran makan minum Wali Kota. Padahal konteksnya berbeda,” tutup dia.
Diketahui, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, dikenal sebagai sosok yang sangat teliti dan berhati-hati dalam setiap pengambilan kebijakan.
Dia tidak hanya menaruh perhatian pada aspek regulasi dalam penyusunan program, tetapi juga memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan memiliki dasar yang jelas, terukur, serta tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam kesehariannya, Appi juga menunjukkan gaya kepemimpinan yang sederhana dan jauh dari kesan berlebihan. Ia dikenal enggan menggunakan fasilitas mewah yang melekat pada jabatan.
Bahkan untuk urusan kendaraan dinas, ia tidak menuntut pengadaan baru selama yang lama masih layak digunakan. Sikap ini mencerminkan komitmennya terhadap efisiensi anggaran dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah.
Tak hanya itu, dalam hal operasional seperti konsumsi makan dan minum, Appi tidak mau terjadi pemborosan yang dapat membebani anggaran. Baginya, setiap rupiah yang dikeluarkan harus memiliki manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar untuk memenuhi kenyamanan pejabat.
Pendekatan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan anggaran, termasuk isu Rp10 miliar untuk makan dan minum Wali Kota, tidak benar, dan tidak sesuai kondisi yang sebenarnya. (*)












