“Secara keseluruhan, pembenahan tiga terminal ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan sistem transportasi yang tertib, modern,” ungkapnya.
“Terminal bukan lagi sekadar titik transit, melainkan wajah kota yang mencerminkan kualitas pelayanan publik,” sambung Dirut PD Terminal itu.
Tak hanya itu, pihak Direksi terminal juga mempercepat penataan kawasan Terminal Mallengkeri, di kesebagai bagian dari upaya optimalisasi fungsi terminal sekaligus menghadirkan ruang pelayanan publik yang lebih tertata dan produktif.
Sebagai pimpinan Perumda, Elber Maqbul Amin, menyampaikan bahwa program penataan Terminal Mallengkeri saat ini tengah berlangsung, dimulai dari pembenahan infrastruktur dasar.
Ia menjelaskan, perbaikan difokuskan pada pengaspalan jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kerap menimbulkan genangan air saat hujan.
“Alhamdulillah, di tahun 2026 ini sudah ada perubahan. Jalan yang sebelumnya berlubang kini sudah diperbaiki. Mudah-mudahan setelah hujan tidak ada lagi genangan, dan akses di dalam terminal menjadi lebih nyaman,” ujarnya.
Selain pembenahan infrastruktur, Pemkot Makassar juga mendorong kolaborasi lintas instansi dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan terminal.
Salah satunya melalui sinergi dengan Perumda Pasar Makassar terkait rencana relokasi aktivitas pasar bongkar muat dari kawasan Pasar Kalimbu di Jalan Veteran Utara.
Menurut Elber, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar untuk menertibkan aktivitas pedagang yang selama ini menempati badan jalan.
Terminal Mallengkeri dinilai memiliki kapasitas dan infrastruktur yang memadai untuk menjadi lokasi alternatif.
“Terminal tetap berfungsi sebagaimana mestinya, namun di saat yang sama kita juga menghadirkan solusi bagi pedagang,” katanya.
“Kita berkolaborasi, di mana aktivitas pasar tetap berjalan dan retribusi tetap dikelola oleh Perumda Pasar. Kami di terminal hanya menyiapkan lahan,” lanjutnaya.
Dia menambahkan, konsep yang diterapkan adalah pasar bongkar muat dengan sistem partai, di mana pedagang berjualan langsung dari kendaraan.
Aktivitas ini direncanakan berlangsung pada malam hari, sehingga tidak mengganggu operasional terminal yang lebih aktif pada pagi hingga siang hari.
Berdasarkan data sementara, jumlah pedagang yang berpotensi direlokasi mencapai sekitar 100 unit kendaraan.
Para pedagang pun disebut telah menyatakan kesiapan untuk menempati lokasi baru, terutama setelah infrastruktur terminal diperbaiki.
“Sekarang sudah tidak ada lagi alasan soal kondisi jalan, infrastruktur sudah kita benahi. Tinggal bagaimana kita berkolaborasi dengan pihak kecamatan, Tripika, serta instansi terkait untuk penertiban dan pengaturan,” ungkapnya.













