Makassar, NusantaraInsight — Program pertanian yang dikembangkan di Kebun Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas I Makassar kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. Di luar dugaan, tanaman tomat buah yang dibudidayakan melalui kerja sama antara Lapas Kelas I Makassar dan Yayasan Butta Porea Indonesia berhasil menghasilkan panen mencapai 50 kilogram.
Capaian tersebut menjadi prestasi tersendiri mengingat budidaya tomat dalam konsep urban farming di lorong-lorong RT/RW dalam wilayah Kota Makassar umumnya hanya mampu menghasilkan sekitar 1 kilogram per masa panen. Hasil panen yang mencapai 50 kilogram menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian di Kebun Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas I Makassar berjalan dengan baik dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Kegiatan panen dilaksanakan pada Rabu pagi (3/6/2026) dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Butta Porea Indonesia, Fadly Arifuddin Mattotorang. Turut hadir pula jajaran Staf Bidang Bimbingan Kerja Lapas Kelas I Makassar serta anggota Yayasan Butta Porea Indonesia yang selama ini aktif mendampingi program pertanian dan pemberdayaan warga binaan.
Suasana panen berlangsung penuh antusias. Setelah memetik tomat-tomat segar yang telah matang, para peserta kegiatan juga langsung mempraktikkan pengolahan hasil panen dengan membuat jus tomat segar di lokasi kebun. Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi pemanfaatan hasil pertanian sekaligus memperkenalkan nilai tambah dari produk hortikultura yang dihasilkan.
Kepala Lapas Kelas I Makassar menyampaikan bahwa program Kebun Asimilasi dan Edukasi tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran, pelatihan keterampilan, serta pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan memperoleh pengalaman praktis di bidang pertanian yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Fadly Arifuddin Mattotorang mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan kebun tersebut. Menurutnya, keberhasilan panen tomat buah ini membuktikan bahwa kolaborasi antara lembaga pemasyarakatan, komunitas masyarakat, dan pemerintah daerah mampu menghasilkan program pemberdayaan yang nyata dan berdampak positif.
Program penanaman tanaman jangka pendek di Kebun Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas I Makassar mendapat dukungan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (DP2) Kota Makassar. Selain tomat buah, sejumlah komoditas hortikultura dan tanaman produktif lainnya juga tengah dibudidayakan di area kebun sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pembinaan keterampilan warga binaan.













