PD Terminal Makassar Hadirkan Wajah Baru 

Hal ini disebabkan sebagian besar penumpang masih memilih naik dari luar terminal, sehingga kawasan terminal terlihat relatif sepi, terutama pada siang hari.

Lebih lanjut, Elber menilai bahwa penegakan aturan secara konsisten akan memberikan dampak signifikan terhadap kebangkitan aktivitas di dalam terminal.

Dia menyebut, keberadaan penumpang yang terpusat di dalam terminal akan turut menghidupkan kembali kios-kios serta usaha mikro yang ada di kawasan tersebut.

“Jika regulasi berjalan dengan baik, maka terminal akan kembali ramai. Penumpang yang datang langsung ke terminal akan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam kawasan, seperti halnya suasana di bandara,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Terminal Makassar Metro menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penataan dan penguatan fungsi terminal.

Sinergi lintas sektor, khususnya dalam penegakan regulasi, menjadi kunci dalam mewujudkan terminal yang tertib, nyaman, dan produktif sebagai wajah transportasi darat Kota Makassar.

Langkah pembenahan itu tidak hanya menyentuh aspek fisik seperti perbaikan dan pengaspalan jalan dalam kawasan terminal, tetapi juga penertiban terminal bayangan yang selama ini mengganggu ketertiban lalu lintas dan mengurangi potensi pendapatan daerah.

BACA JUGA:  Wali kota dan Wawali Makassar Hadiri Pemasangan Tiang Pancang Masjid TSM

Pemerintah juga mengaktifkan kembali sejumlah titik strategis agar terminal tidak sekadar menjadi tempat naik-turun penumpang, melainkan ruang publik yang tertata, aman, dan memiliki nilai estetika.

Sebut saja, terminal Regional Daya sebagai terminal tipe A memiliki peran vital karena melayani rute antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP).

Pembenahan di kawasan ini diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, memperlancar arus kendaraan, serta menata ulang area tunggu dan jalur keberangkatan agar lebih tertib dan representatif sebagai gerbang transportasi darat Kota Makassar.

Sementara itu, Terminal Malengkeri yang melayani rute wilayah selatan Sulawesi Selatan kini turut dipercantik. Penertiban kendaraan dan lapak liar dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.

Area terminal juga mulai ditata ulang agar lebih fungsional, sehingga mampu menjadi simpul transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat tanpa mengabaikan aspek kenyamanan.

Adapun Terminal Toddopuli difokuskan pada penguatan fungsi kawasan melalui pengalihan dan penataan ulang peruntukan lahan, termasuk rencana pengembangan sebagai Rumah Potong Hewan (RPH) guna mendukung kebutuhan warga Kota Makassar.

BACA JUGA:  Dari 36 OPD, Hanya 5 Berinovasi: Kemendagri Minta Perluas Terobosan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi optimalisasi aset daerah agar lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.