Oleh Andi Wanua Tangke Pemuda Maula dikenal sebagai wartawan di kota kelahirannya. Surat kabar harian tempat kerjanya itu bervisi peristiwa dan kriminal. Tiap pagi korannya laris di pasaran lantaran berita…
Fiksi Mini AWT
FIKSI MINI (6) : Pura-Pura Bermoral
Oleh : Andi Wanua Tangke Sore, dosen berwajah tampan itu sendirian di ruang kerjanya. Dia belum pulang. Teman-teman dosennya sudah meninggalkan kampus. Dia sedang berpikir: tentang rencana-rencananya. Kadang-kadang bergumam. Kadang-kadang…
FIKSI MINI (5): Cinta & Penyair Lekra
Oleh Andi Wanua Tangke Seorang pemuda bernama Ivan bertemu dengan seorang gadis, namanya Inun. Pertemuan itu pada 1980-an. Di sebuah kota di Sulawesi Selatan. Saat itu Ivan sudah mahasiswa. Sementara…
FIKSI MINI (4): Lelaki Tua Berjaket Tebal
Oleh Andi Wanua Tangke Lelaki tua itu memarkir motor HONDA tuanya tepat di depan warkop. Saya menduga usianya sekitar tujuh puluh tahun. Postur tubuhnya gemuk. Wajahnya memancarkan aura kegetiran. Mirip…
FIKSI MINI (3): Preman Kota Masuk Desa
Oleh Andi Wanua Tangke Damiri, seorang petani miskin. Usianya lima puluh tiga tahun. Tinggal di sebuah desa. Desa Malinrang, namanya. Lokasinya sangat jauh dari kota. Sekitar 90 km dari ibu…
FIKSI MINI (2): Tukiyem, Mbah Pencopet
Oleh Andi Wanua Tangke “Iya, betul dia sangat peduli. Setiap kita mau ke pusat kota menuju stasiun, selalu ada nasihatnya: ‘hati-hati di jalan, Nak. Nanti kecopetan, Nak. Banyak pencopet…
FIKSI MINI (1) : Liem Ingin Mati di Rusia
Oleh: Andi Wanua Tangke Liem Hok Gim: anak cerdas. Pendiam. Rendah hati. Mulai kelas satu hingga tamat SMA di kotanya, remaja berkulit putih, bermata sipit, ini tak pernah lepas ranking…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
