Religi  

Terlahir Kembali Setiap Hari

Oleh: Aslam Katutu

Makassar, NusantaraInsight — Ada sebuah nasihat yang sangat sederhana, tetapi memiliki makna mendalam dalam perjalanan kehidupan seorang Muslim: hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Nasihat ini mengajarkan bahwa kehidupan bukan sekadar perjalanan dari satu hari menuju hari berikutnya, melainkan sebuah kesempatan yang terus diberikan Allah SWT kepada manusia untuk memperbaiki diri.

Dalam perspektif spiritual, inilah yang dapat kita sebut sebagai konsep reborn, yaitu terlahir kembali setiap hari. Bukan terlahir kembali secara fisik, melainkan memperbarui hati, membersihkan jiwa, memperbaiki perilaku, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Setiap kali matahari terbit, sesungguhnya Allah sedang memberikan kesempatan baru kepada kita. Kesempatan untuk memperbaiki kesalahan kemarin, menebus kekurangan masa lalu, dan menata langkah agar kehidupan hari ini lebih bermakna. Kita tidak perlu menunggu tahun baru untuk memulai perubahan. Tidak perlu menunggu Ramadhan untuk membersihkan hati. Bahkan, tidak perlu menunggu datangnya sebuah musibah untuk menyadari betapa berharganya kehidupan.

BACA JUGA:  KUA Bantimurung Adakan Bimbingan Keluarga Sakinah

Sebab, setiap hari adalah kesempatan untuk terlahir kembali.

 

*Masa Lalu Bukan untuk Disesali, tetapi Diperbaiki*

Setiap manusia memiliki masa lalu. Ada kenangan indah yang ingin terus dikenang, tetapi ada pula kesalahan yang mungkin ingin kita lupakan. Tidak ada manusia yang sepenuhnya terbebas dari kekhilafan. Ada dosa yang dilakukan karena ketidaktahuan, ada kesalahan karena kelemahan iman, dan ada pula perbuatan yang dilakukan ketika manusia lebih mengikuti hawa nafsunya daripada tuntunan Allah.

Namun, Islam tidak mengajarkan manusia untuk terus-menerus terpenjara oleh masa lalunya. Islam mengajarkan pertobatan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 53:

“Katakanlah(Nabi Muhammad), wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya dialah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Ayat ini merupakan pengingat bahwa sebesar apa pun dosa seseorang, pintu ampunan Allah tetap terbuka selama ia bersungguh-sungguh bertobat dan kembali kepada-Nya.

Karena itu, dosa masa lalu sebaiknya tidak menjadi alasan untuk kehilangan harapan. Jadikanlah ia sebagai pelajaran agar kita tidak mengulanginya. Kesalahan bukan untuk dipelihara, melainkan untuk disesali, diperbaiki, dan dijadikan pijakan menuju kehidupan yang lebih baik.

BACA JUGA:  Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus Agar Terlepas dari Kesulitan

Begitu pula dengan dosa yang mungkin terjadi hari ini. Jangan menunggu sampai bertahun-tahun untuk menyadarinya. Segeralah beristigfar, memohon ampun, dan berusaha memperbaiki akibat dari kesalahan tersebut.

Inilah siklus kehidupan seorang Muslim: berbuat salah, menyadari kesalahan, bertobat, memperbaiki diri, kemudian berusaha menjadi manusia yang lebih baik.

 

*Istigfar sebagai Jalan Kelahiran Kembali*

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah memperbanyak istigfar. Istigfar bukan sekadar ucapan Astaghfirullah, melainkan sebuah kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan dan selalu membutuhkan ampunan Allah SWT.

Rasulullah SAW sendiri, manusia yang telah dijaga oleh Allah, tetap memperbanyak istigfar dalam kehidupannya. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa beliau beristigfar kepada Allah dan bertobat kepada-Nya sebanyak seratus kali dalam sehari.

Jika Rasulullah SAW saja senantiasa memperbanyak istigfar, bagaimana dengan kita yang setiap hari masih sering melakukan kesalahan?