Makassar, NusantaraInsight — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Zero Waste Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Laode Muh. Abdullah Sidiq, menggelar program edukasi pemilahan sampah Smart Eco-Action (SEA) di SD Inpres Mannuruki 2, Kelurahan Sudiang Raya, Kota Makassar, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Lurah Sudiang Raya, Muhammad Hari Setiyadi, S.STP.
Mengusung konsep edutainment berbasis experiential learning, program ini memadukan penayangan video animasi edukasi, media flashcard tiga kategori sampah (organik, anorganik, dan B3/residu), serta simulasi permainan pemilahan cepat. Inisiatif tersebut dirancang untuk membentuk kebiasaan pemilahan sampah (environmental citizenship) sejak dini sekaligus merespons Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 1 Tahun 2026 terkait penataan TPA Tamangapa. Inovasi ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Pelaksana kegiatan, Laode Muh. Abdullah Sidiq, menjelaskan bahwa pendekatan play-based learning efektif mendorong pembiasaan hidup bersih pada anak usia sekolah. “Memilah sampah sering kali dianggap rumit atau membosankan bagi anak-anak. Lewat simulasi permainan ini, diharapkan dapat mengubah mindset tersebut—bahwa menjaga kebersihan lingkungan itu seru, mudah, dan bisa dimulai dari aksi sederhana sehari-hari,” tuturnya.
Wali Kelas 4B SD Inpres Mannuruki 2, Nurmayanti, S.Pd., mengapresiasi antusiasme para siswa yang sangat aktif selama edukasi berlangsung. Dukungan senada disampaikan oleh Kepala SD Inpres Mannuruki 2, Hasnah, S.Pd., yang berharap edukasi ini dapat direplikasi secara meluas. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Harapannya ke depan ada sosialisasi lanjutan yang lebih khusus agar dapat menjangkau seluruh siswa di SD Inpres Mannuruki 2,” tuturnya.
Sebagai langkah keberlanjutan, draf Modul Ajar SEA telah dikirimkan kepada pihak sekolah untuk didiskusikan guna penyempurnaan implementasi secara mandiri oleh para pendidik. Inisiatif dari ruang kelas ini diharapkan mampu menciptakan multiplier effect bagi perwujudan Makassar Zero Waste.












