News  

PT Pelindo dan Yayasan Butta Porea Indonesia Tandatangani MoU Pengelolaan Sampah di Pelabuhan Makassar

Makassar, NusantaraInsight — Persoalan sampah di Kota Makassar, baik sampah organik, nonorganik maupun residu, membutuhkan langkah nyata dan kolaborasi dari berbagai pihak. Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Butta Porea Indonesia mengambil peran lebih aktif dalam mendukung upaya penyelesaian persoalan persampahan di Kota Makassar, khususnya melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis lingkungan, pemberdayaan, dan ekonomi sirkular.

Langkah konkret tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar dengan Yayasan Butta Porea Indonesia, yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Kerja sama ini secara khusus diarahkan untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan Pelabuhan Makassar agar dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan kerja sama tersebut, Yayasan Butta Porea Indonesia menggandeng PT BumiRaya Indonesia Global sebagai mitra strategis yang akan mendukung pelaksanaan teknis dan operasional program pengelolaan sampah sesuai dengan ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati.

Dihadiri Para Pemangku Kepentingan

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh Iwan Syarifuddin, SE., MM., selaku General Manager Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar.

BACA JUGA:  Benih Harapan di Tembok Pertobatan: Ayam Isa Brown Menyemai Kemandirian Lapas Makassar

Hadir pula Muhammad Alvin R. selaku Direktur PT BumiRaya Indonesia Global, sebagai mitra strategis Yayasan Butta Porea Indonesia dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah.

Dari Yayasan Butta Porea Indonesia, hadir Pembina Yayasan, Andi Fadly Mattotorang, yang dikenal luas sebagai vokalis Padi Reborn, serta Pembina Yayasan, Aslam Katutu. Turut hadir Ketua Yayasan Butta Porea Indonesia, Andi Pangerang, bersama jajaran tim Yayasan Butta Porea Indonesia dan tim dari PT Pelindo Regional 4 Makassar.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama untuk membangun sinergi dalam menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan persampahan, khususnya di kawasan Pelabuhan Makassar.

Sampah Bukan Sekadar Persoalan, tetapi Peluang

Yayasan Butta Porea Indonesia yang selama ini bergerak dalam bidang urban farming, lingkungan, ketahanan pangan, zero waste, dan pemberdayaan masyarakat, memandang bahwa persoalan sampah harus ditangani melalui pendekatan yang lebih komprehensif.

Sampah organik, misalnya, memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos, eco enzyme, maupun dimanfaatkan sebagai bahan baku budidaya maggot. Sampah nonorganik dapat dipilah dan diarahkan ke proses pemanfaatan kembali maupun daur ulang. Sementara sampah residu perlu ditangani secara tepat sehingga jumlahnya dapat ditekan seminimal mungkin.